Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tengah

Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Wilayah Aceh, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama para petani kopi yang menggantungkan hidup dari hasil kebun mereka.

|
Editor: mufti
TribunGayo.com
Hujan es mengguyur Kecamatan Atu Lintang pada Sabtu (26/4/2025). Sehari setelahnya, Minggu (27/4/2025), peristiwa serupa kembali terjadi di kawasan Panangan Mata dan Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. 

“Karena kondisi wilayah Aceh Tengah yang dingin sehingga dapat menghasilkan hujan es yang jatuh ke permukaan bumi." BETSI, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh menjelaskan, fenomena hujan es yang melanda Aceh Tengah baru-baru ini disebabkan aktivitas awan cumulonimbus.

Diketahui, hujan es pertama kali terjadi di Kecamatan Atu Lintang pada Sabtu (26/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Sehari kemudian, hujan es kembali mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Pegasing.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama para petani kopi yang menggantungkan hidup dari hasil kebun mereka.

Terkait hal itu, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM, Betsi, menjelaskan, hujan es yang melanda wilayah Aceh Tengah biasanya terjadi karena aktivitas awan cumulonimbus yang berkembang di atmosfer. 

Kondisi geografis Aceh Tengah yang berada di dataran tinggi dengan suhu relatif dingin turut berperan dalam pembentukan hujan es. "Penyebab dari hujan es ketika awan cumulonimbus masuk fase luruh dan butiran es yang terkandung di dalam awan cumulonimbus tidak seluruhnya mencair. Karena kondisi wilayah Aceh Tengah yang dingin sehingga dapat menghasilkan hujan es yang jatuh ke permukaan bumi," ujar Betsi saat dihubungi TribunGayo.com, Selasa (29/4/2025).

BMKG juga mencatat bahwa kejadian seperti ini kerap muncul pada masa peralihan musim atau pancaroba. Wilayah Aceh Tengah sendiri diprediksi baru akan memasuki awal musim kemarau pada dasarian ketiga Mei hingga dasarian pertama Juni 2025. 

Dengan demikian, kondisi saat ini masih berada dalam masa transisi, yang memperbesar potensi cuaca ekstrem termasuk hujan es masih akan kembali terjadi. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi turunnya hujan es dan cuaca ekstrem lainnya seperti angin kencang dan petir,” kata Betsi.

BMKG mengingatkan agar warga selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi seperti situs https://cuaca.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.(ce)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved