Berita Lhokseumawe

Sembilan Mahasiswa Unimal Akhiri program MBKM di INTI International University

Sembilan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menuntaskan program International Student Mobility di INTI International University, Malaysia

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sembilan mahasiswa Unimal menuntaskan program International Student Mobility di INTI International University, Malaysia, sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sembilan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) menuntaskan program International Student Mobility di INTI International University, Malaysia, sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta memperkuat konektivitas antarbangsa melalui pertukaran mahasiswa.

Puncak kegiatan ditandai dengan acara Certificate Presentation Ceremony of Student Mobility Intake January 2025 yang digelar pada 30 April 2025 di Lecturer Theatre B1-L02 Hall, INTI International University.

Acara ini turut dihadiri mahasiswa dari berbagai negara seperti China, Jepang, India, Kazakhstan, dan negara lainnya.

Dalam sambutannya, Prof Dr Goh Khang Wen, Pro Vice Chancellor Global Engagement INTI, menyampaikan harapannya agar program pertukaran ini menjadi jembatan antarbudaya dan sarana memperluas wawasan mahasiswa.

Baca juga: Diajak Kerja Ke Kalimantan, Warga Pidie dan Banda Aceh Tertipu, 8 Bulan tak Menerima Gaji

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan global.

Program ini memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa Unimal.

Raizya Kemala Hayati dari Program Studi Ilmu Komunikasi mengaku bahwa pengalaman akademik dan interaksi multikultural sangat memperkaya perspektifnya.

“Kami belajar banyak dari kerja sama proyek dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ini benar-benar melatih kemampuan kolaborasi lintas budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmatul Maulana, mahasiswa Teknik Sipil, berbagi pengalamannya bekerja di laboratorium dengan standar internasional.

Ia menyebut tantangan dalam beradaptasi dari standar SNI ke standar Eropa sebagai proses pembelajaran yang berharga.

“Kami bahkan ikut dalam kompetisi internasional SHAKE IT 2025, membangun struktur tahan gempa dalam waktu dua jam. Rasanya seperti uji simulasi dunia nyata — menegangkan tapi juga membanggakan,” tambahnya.

Baca juga: Israel Akan Perluas Operasi Militer di Gaza, Benjamin Netanyahu: Operasi Gideon’s Chariots

Ketua Taskforce Kantor Urusan Internasional Unimal, Prof Dr M Sayuti, menjelaskan bahwa program ini merupakan penutup dari pelaksanaan MBKM di Universitas Malikussaleh.

Ke depan, Unimal akan fokus pada pelaksanaan program baru bertajuk Diktisaintek Berdampak, yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada 2 Mei 2025.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved