Berita Banda Aceh

Stok Beras di Gudang Bulog Aceh 118 Ribu Ton, Cukup untuk Kebutuhan 14 Bulan

Banyaknya stok itu, karena hampir semua wilayah lumbung padi di Aceh sudah memasuki musim panen raya.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
STOK BERAS - Susunan beras yang mencapai 18 ribu ton di Gudang Bulog, Siron, Aceh Besar, Senin (5/5/2025). 

Banyaknya stok itu, karena hampir semua wilayah lumbung padi di Aceh sudah memasuki musim panen raya.

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aceh saat ini sudah dalam keadaan surplus beras.  

Stok beras milik Bulog di seluruh Aceh mencapai 118 ribu ton.

Beras itu tersebar di sejumlah gudang yang ada di Aceh.

Sedangkan di Gudang Bulog Siron, Aceh Besar terdapat 18 ribu ton stok beras.

Pada Senin (5/5/2025), Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan dan jajaranya melakukan pemantauan stok ke Gudang Siron.

Kata Ihsan, stok itu cukup untuk kebutuhan masyarakat Aceh hingga 14 bulan kedepan atau hingga 2026.

Banyaknya stok itu, karena hampir semua wilayah lumbung padi di Aceh sudah memasuki musim panen raya.

Bahkan, jumlah itu bisa terus bertambah, karena panen masih akan berlanjut.

Sementara untuk gabah petani atau Gabah Kering Petani (GKP), hingga 4 Mei 2025, Bulog Aceh suda menyerap 159.831 ton.

Sementara target serapan Gabah Petani di Aceh untuk Tahun ini mencapai 183.171 ton.

Baca juga: Serapan Gabah Bulog Aceh Hingga 4 Mei 2025 Capai 150.000 Ton

Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan saat meninjau Gudang Bulog di Siron, Aceh Besar, Senin (5/5/2025).

Untuk diketahui Gabah Kering Panen adalah gabah yang baru saja dipanen dan dikeringkan, biasanya dijemur di lahan pertanian atau di penggilingan.

Bulog membeli GKP dari petani untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pembelian GKP oleh Bulog dilakukan dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Ihsan mengatakan, serapan gabah kering di Aceh itu sudah mencapai 87 persen dari target.

Katanya hal itu masih akan terus bertambah, karena masa panen petani masih terus berlanjut.

“Kita akan terus membeli terus hasil panen petani yang ada di Aceh. Sehingga para petani dapat menikmati harga gabah dengan harga tinggi Rp6.500 per kilogram sesuai dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ihsan.

Menurutnya, Aceh saat ini memang sudah surplus beras.

Meskipun sudah kelebihan stok, namun mereka tidak membatasi dalam membeli gabah petani.

“Selama ada panen kita tetap serap, selama belum ada perintah untuk berhenti kita tetap melaksanakan pembelian gabah-gabah petani,” tambahnya.

Katanya, gabah itu diserap dari sejumlah daerah lumbung padi, seperti Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, hingga Aceh Timur.

Katanya, saat ini di stok beras di gudang Bulog seluruh Aceh mencapai 118 ribu ton.

Sedangkan di gudang siron, ada 18 ribu ton.

Sisanya tersebar di berbagai gudang lainnya.

Kali ini, Bulog juga sudah bekrjasama dengan gudang TNI hingga pihak lainnya untuk menyimpan beras.

Kata Ihsan, jumlah 118 ribu ton ini memiliki daya tahan hingga 14 bulan, atau hingga 2026 mendatang.(*)

Baca juga: Harga Gabah di Pidie Rp 7.000/Kg, Serapan Bulog Januari - 5 Mei 2025 Capai 15.187 Ton Setara Beras

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved