Video

VIDEO - Korban Uang Palsu BSI Link di Aceh Timur, Ungkap Kronologi dan Ciri-Ciri Uang Palsu

Menurut pengakuan Rismawita, uang palsu tersebut masuk ke gerainya secara bertahap. Ia menyadari adanya kejanggalan saat menyortir uang

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Teuku Raja Maulana

SERAMBINEWS.COM, IDI - Peredaran uang palsu kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, Rismawita, pemilik gerai BSI Link Lapan Lapan Cell di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, menjadi korban. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 25 April 2025, dan saat ini tengah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Timur.

Menurut pengakuan Rismawita, uang palsu tersebut masuk ke gerainya secara bertahap. Ia menyadari adanya kejanggalan saat menyortir uang menggunakan mesin detektor yang dilengkapi sensor ultraviolet (UV) dan magnetic (MG).

“Empat lembar uang pecahan Rp100.000 tidak lolos dari sensor UV dan MG. Saat saya periksa manual, terlihat perbedaan pada benang pengaman di tengah, logo Bank Indonesia yang tidak presisi, serta warna yang tampak lebih pudar,” ujarnya.

Baca juga: VIDEO - VIRAL di Tiktok, Uang Palsu Beredar di Aceh Timur Pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 20 Ribu

Risma kemudian mengunggah peringatan melalui akun TikTok gerainya agar masyarakat lebih waspada dan tidak menjadi korban berikutnya. Ia mengaku kesulitan mengingat siapa yang membawa uang tersebut ke gerainya karena transaksi dilakukan oleh banyak orang.

“Bisa saja pembelinya juga tidak sadar kalau itu uang palsu. Banyak pedagang dan masyarakat yang belum tahu cara membedakannya, jadi mereka mungkin juga korban,” jelasnya.

Uang palsu tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Risma berharap aparat kepolisian dapat mengungkap sumber peredaran uang palsu ini hingga ke akar-akarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved