Breaking News

Berita Aceh Tamiang

Jenguk Bayi Hidrosefalus, TP PKK Aceh Tamiang Dorong Peran Posyandu

Berdasarkan komunikasi dengan orang tua bayi, penyakit ini sudah dialami sejak dilahirkan dan sudah sekali menjalani operasi.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok Humas
Ketua TP PKK Aceh Tamiang, Yuyun Armia ketika menjenguk bayi hidrosefalus di Rantau, kemarin. 

Berdasarkan komunikasi dengan orang tua bayi, penyakit ini sudah dialami sejak dilahirkan dan sudah sekali menjalani operasi.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBIEWS.COM, KUALASIMPANG - TP Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh Tamiang mendorong Posyandu lebih berperan mengawal kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak usia pertumbuhan.

Arahan ini disampaikan Ketua TP PKK Aceh Tamiang, Yuyun Armia usai menjenguk bayi berusia tiga bulan penderita hidrosefalus di Kampung Inginjaya, Kecamatan Rantau, Rabu (8/5/2025) kemarin.

Merujuk teori kedokteran, hidrosefalus merupakan penumpukan cairan di rongga otak sehingga meningkatkan tekanan pada otak. 

Pada bayi dan anak-anak, hidrosefalus membuat ukuran kepala membesar, sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.

“Sama-sama kita doakan agar diberi kesembuhan,” kata Yuyun, Kamis (8/5/2025).

Yuyun datang bersama Wakil Ketua TP PKK Aceh Tamiang, Lindawati Ismail dan perangkat Kecamatan Rantau.

Berdasarkan komunikasi dengan orang tua bayi, penyakit ini sudah dialami sejak dilahirkan dan sudah sekali menjalani operasi.

Baca juga: Unik, Kisah Lima Bayi Lahir Pada Tanggal Cantik di Aceh Timur

Sejauh ini kondisi bayi belum menunjukkan perkembangan signifikan, justru mengalami gizi buruk yang memperburuk kondisinya.

Terkait persoalan ini, Yuyun mengingatkan agar Posyandu mengambil peranan penting agar sebisa mungkin mendeteksi keberadaan bayi gizi buruk.

“Tentunya orang tua juga harus aktif, manfaatkan layanan Posyandu di setiap kampung,” kata dia.

Dia berharap masyarakat harus memahami kalau Posyandu bukan hanya tempat pemberian vaksin, tetapi juga ruang penting bagi pemantauan kesehatan anak, lansia dan ibu hamil secara menyeluruh.

Minimnya pemahaman ini membuaat Yuyun berinisiatif meminta jajaran Dinas Kesehatan dan para kader Posyandu secara berkala, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi Posyandu.

“Saya kira ini perlu terus ditingkatkan, karena sebagian besar masih menganggapnya hanya sebatas tempat imunisasi. Padahal perannya penting sekali untuk memantau tumbuh kembang anak, mencegah stunting, memeriksa kesehatan lansia dan para ibu-ibu hamil,” imbuhnya. (*)

Baca juga: Dukung Pekan Imunisasi Dunia, Ketua TP PKK Aceh Teteskan Imunisasi Polio kepada 3 Bayi di Banda Aceh

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved