Rabu, 15 April 2026

Berita Banda Aceh

Aceh Usul Bangun Sekolah Garuda, Sediakan Lahan 25 Ha di Aceh Besar

dari Jawa akan sekolah di Nabire, yang dari Jawa akan sekolah di Aceh, yang dari Aceh bisa sekolah di Papua, atau sekolah di NTT. Stella Christie

Editor: mufti
Serambinews.com/hendri
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Stella Christie, mengunjungi SMAN 10 Fajar Harapan, Kamis (7/5/2025). 

Jadi nanti kita harapkan yang dari Jawa akan sekolah di Nabire, yang dari Jawa akan sekolah di Aceh, yang dari Aceh bisa sekolah di Papua, atau sekolah di NTT. Stella Christie, Wamendiktisaintek

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh Marthunis menyebutkan, saat ini pihaknya sudah mengusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI agar dibangun Sekolah Unggul Garuda Baru di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Di kawasan tersebut Pemerintah Aceh memiliki lahan seluas 25 hektare (Ha) yang cocok dibangun sebagai lokasi Sekolah Unggul Garuda Baru. Penabalan kata ‘Garuda Baru’ menunjukkan bahwa sekolah ini dibangun sepenuhnya dari awal.  "Jadi mohon didukung bahwa selain Transformasi, kita juga ada Sekolah Unggul Garuda Baru nantinya," kata Marthunis saat menghadiri kunjungan Wamendiktisaintek, Stella Christie di SMA 10 Fajar Harapan, Banda Aceh, Kamis (8/5/2025).

Pihaknya juga telah menyiapkan berbagai persiapan yang dibutuhkan sebelum batas deadline, termasuk lahan seluas 25 hektare. Selain itu, ia juga bersyukur bahwa Aceh dipilih sebagai tempat Sekolah Garuda Transformasi. Ia berharap program tersebut dapat berimbas ke sekolah lainnya di Aceh. 

Selain itu, kata  Marthunis, Pemerintah Aceh melalui program gubernur akan membuat sekolah unggul di seluruh Kabupaten Kota. "Jadi akan ada 23 sekolah unggul yang ada di kabupaten/kota. Jadi sekolah unggul Garuda Transformasi ini kelebihannya akan mengalir ke sekolah-sekolah unggul di 23 kabupaten/kota lainnya," jelasnya. Dengan demikian, bisa menghilangkan ketimpangan pendidikan antara sekolah unggul di masing-masing kabupaten/kota. 

"Jadi mudah-mudahan dengan dukungan Kemendikti, kemudian Kemendikdasmen lewat piloting sekolah unggul Garuda Transformasi, maka dia akan mengalir ke seluruh Aceh," pungkasnya.

Penguatan SMA Fajar Harapan

SMA 10 Fajar Harapan  mendapat label sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).  Ia menjadi salah satu Sekolah Unggul Garuda Transformasi dari total 12 sekolah di seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah. Program SMA Unggul Garuda Transformasi adalah program penguatan bagi SMA yang sudah ada, dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi menuju perguruan tinggi terbaik dunia. Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda Transformasi mencakup SMA/MA yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau badan penyelenggara.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan, sekolah unggul itu sendiri bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah di Indonesia. Pihaknya melakukan penilaian di setiap provinsi, sekolah mana yang berprestasi dan dapat dilakukan kerja sama untuk dioptimalkan kembali. Dari proses penilaian tersebut, pihaknya mendapati bahwa SMA 10 Fajar Harapan memiliki kategori tersebut.

"Jadi kita lihat pertama dari segi prestasinya. SMA 10 Fajar Harapan sangat tinggi sekali kalau kita lihat dari prestasi akademik di Dapodiknya sangat tinggi sekali. Dan juga ini merupakan suatu representasi dari Aceh. Sehingga itu juga menjadi bagian penting karena Sekolah Garuda ini untuk memberikan akses pendidikan yang merata," kata Stella kepada wartawan SMA 10 Fajar Harapan, Kamis (8/5/2025).

Penetapan itu dilakukan, lantaran saat ini Presiden Prabowo Subianto, menginginkan agar membangun ekosistem Sains dan Teknologi di Indonesia dengan cara yang paling strategis yakni dengan memberikan kemudahan akses. Sehingga yang tadinya mungkin akan sulit mendapatkan akses ke sains dan teknologi, akan bisa mendapatkannya. Termasuk mereka yang berasal dari daerah luar Jawa dan juga mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah bawah. 

Meski sudah ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi, pihaknya sama sekali tidak mengintervensi kurikulum yang sudah diterapkan oleh pihak sekolah. "Karena kita mengakui bahwa mereka sudah bagus. Yang kita kerja sama itu bagaimana cara mengemas agar mereka (SMA 10 Fajar Harapan) dapat dikenal baik oleh perguruan tinggi negeri yang top maupun luar negeri," jelasnya.

Selain itu, Kemendikti Saintek, Stella Christie, mengatakan, pihaknya juga akan membangun Sekolah Unggul Garuda Baru di daerah-daerah yang belum tersentuh sains dan teknologi. Dimana nantinya penerimaan siswa di Sekolah Unggul Garuda Baru itu akan berasas akademik, asas ekonomi dan asal geografis.

Untuk asal geografis, kata Stella, pihaknya ingin membentuk sekolah yang membangun karakter kepemimpinan bangsa, mempunyai wawasan global, tapi kepekaan lokal. Nantinya di sekolah tersebut, terdiri dengan murid dari berbagai daerah, di tempat yang berbeda-beda.  "Jadi nanti kita harapkan yang dari Jawa akan sekolah di Nabire, yang dari Jawa akan sekolah di Aceh, yang dari Aceh bisa sekolah di Papua, atau sekolah di NTT. Itu yang kita harapkan," jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah menetapkan 12 Sekolah Unggul Garuda Transformasi dan sudah membangun 4 Sekolah Unggul Garuda Baru. Selama lima tahun pemerintah Prabowo Subianto, pihaknya menargetkan membangun 20 Sekolah Unggul Garuda Baru dan 20 Sekolah Unggul Garuda Transformasi.(iw) 

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved