Update Dampak Gempa 6,2 Guncang Aceh: 6 Rumah Rusak di Abdya dan Aceh Selatan, Talud Ambruk
Guncangan gempa yang berpusat di Blangpidie tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Aceh.
Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 15.57 WIB, ternyata berdampak pada kerusakan bangunan.
Guncangan gempa yang berpusat di Blangpidie tersebut dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah di Aceh.
Sejumlah warga dilaporkan sempat lari menyelamatkan diri dari sejumlah bangunan saat gempa terjadi.
Data yang dihimpun serambinews.com, sejumlah rumah di Abdya dan Aceh Selatan ikut rusak diguncang gempa.
Tiga Rumah di Abdya Rusak
Akibat gempa tersebut, tiga unit rumah warga di Abdya mengalami rusak ringan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Armayadi, kepada Serambinews.com, Minggu (11/5/2025) merincikan, tiga unit rumah warga yang rusak ringan akibat gempa tersebut, yakni milik warga Desa Lhung Baro, dan Desa Tokoh, Kecamatan Manggeng.
Kemudian, satu unitnya lagi milik warga Desa Ladang Tuha Dua, Kecamatan Lembah Sabil.
"Selain rumah, talud jalan sepanjang 50 meter di Desa Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, juga ikut Ambruk karena goncangan gempa tersebut," kata Armayadi.
Atas kejadian itu, ia sudah menginstruksikan personel TRC, dan Damkar untuk melakukan monitoring dampak gempa bumi di sembilan kecamatan di Kabupaten Abdya.
Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya tengah melakukan monitoring dampak gempa bumi di sembilan kecamatan yang ada di sana.
"Kondisi terakhir masyarakat sudah kembali beraktivitas dengan normal pasca gempa, namun diimbau untuk tetap waspada dengan gempa susulan yang terjadi," ujar dia.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Aceh Barat Daya, Guncangan Terasa hingga Banda Aceh
Tiga Rumah di Aceh Selatan Rusak
Tiga unit rumah warga di Kabupaten Aceh Selatan, juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi M 6,2 yang berpusat di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Ketiga rumah tersebut adalah milik Zulfa (44) dan Jufri (52) di Desa Kuta Baro Kecamatan Sawang, dan rumah milik Arif Rahman di Desa Simpang Tiga Kecamatan Kluet Tengah.
"Mengalami rusak ringan, di rumah Zulfa terdapat 2 KK/8 Jiwa, dan Jufri 1 KK/ 6 Jiwa, serta Arif Rahman 1 KK," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Nara Setia dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/5/2025).
Sementara ini, kata Teuku Nara, belum ada warga yang mengungsi dan korban jiwa dampak dari gempa bumi tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Aceh Selatan telah menugaskan personelnya menuju lokasi untuk pengecekan langsung.
"Kondisi rumah sedang dalam pembersihan oleh tim. Kami meminta kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati," ujarnya.
Baca juga: Gempa Berkekuatan 6,2 SR Guncang Aceh Saat Ashar, Pusatnya di Laut Abdya, tidak Berpotensi Tsunami
Guncangan Gempa Sampai ke Medan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Aceh pada Minggu (11/5/2025) pukul 15.57 WIB.
Guncangan gempa juga terasa hingga ke Kota Medan, Sumatera Utara.
Pantauan Kompas.com di Inari Coffee yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Medan, menunjukkan suasana kepanikan di antara para pengunjung saat gempa terjadi.
Sejumlah barang di kafe seperti televisi dan lampu terlihat bergoyang akibat guncangan tersebut.
Alhasil, baik pengunjung maupun karyawan memutuskan keluar dari dalam kafe demi keselamatan.
"Lumayan kenceng gempanya, saya dan pengunjung panik dan buru-buru keluar kafe, untuk mengantisipasi adanya bangunan yang runtuh," ujar Indra, salah seorang pengunjung, kepada Kompas.com.
Indra mengatakan bahwa gempa dirasakan hanya sekitar tujuh detik. Ia bersyukur gempa tidak berlangsung lama dan tidak menimbulkan kerusakan di lokasi tersebut.
Selain di kafe, gempa juga dirasakan oleh Mukti Handayani, warga Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.
Ia mengatakan bahwa sejumlah perkakas rumah seperti galon air, rak sepatu, dan pakaian yang digantung ikut bergoyang selama sekitar 10 detik.
"Galon air, rak sepatu, sampai pakaian yang digantung bergoyang," ujar Mukti.
Mukti menambahkan bahwa saat gempa terjadi, ia belum sempat keluar rumah karena durasinya yang cukup singkat.
"Sempat campur aduk perasaan, cuma gak panik sih, selesai gempa baru keluar rumah, terus mikirnya tinggal nunggu notif di daerah mana sebenarnya gempanya," katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya 21 kilometer barat daya Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Gempa terjadi pada kedalaman 45 kilometer.
Berdasarkan analisis BMKG, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) sebagai berikut:
-IV MMI di Aceh Selatan (getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, benda ringan bergoyang)
-III–IV MMI di Medan II–III MMI di Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tengah
-II MMI di Banda Aceh, Aceh Tamiang, dan Nias Selatan
-BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Baca juga: Hamas dan Iran Janji Bersatu Lawan Agresi Israel di Gaza
Baca juga: Satelit Kosmos 482 Milik Uni Soviet Jatuh di Sebelah Barat Jakarta, Ini Fakta Satelit Kosmos 482
Baca juga: Satelit Kosmos 482 Milik Uni Soviet Jatuh di Sebelah Barat Jakarta, Ini Fakta Satelit Kosmos 482
| Maling Gasak Rumah Warga di Alue Kambuk Nagan Raya, Uang Tunai dan ATM Raib |
|
|---|
| Rumah Kayu di Dewantara Aceh Utara Ludes Terbakar |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Cetak Dua Rekor MURI di Meusaraya Toet Lemang HUT Ke-24 Abdya |
|
|---|
| Segini Harga Emas di Abdya 25 April 2026, Emas Murni dan London? |
|
|---|
| VIDEO - Viral Dugaan Perselingkuhan, Pria Digerebek Istri Sah di Kamar Kos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rumah-warga-mengalami-rusak-ringan-akibat-gempa-di-Blangpidie-Kabupaten-Aceh-Barat-Daya.jpg)