Breaking News
Kamis, 30 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Tersungkur! Harga Anjlok Tajam Usai AS-China Sepakat Damai dari Perang Dagang

Penurunan harga emas terjadi setelah dua hari negosiasi antara AS dan China di Jenewa, yang berujung pada kesepakatan untuk mengurangi tarif selama ti

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
HARGA EMAS - Harga emas bergerak turun secara derastis pada hari Selasa (13/5/2025) 

Harga Emas Tersungkur! Harga Anjlok Tajam Usai AS-China Sepakat Damai dari Perang Dagang

SERAMBINEWS.COM-Harga emas bergerak turun secara derastis pada hari Selasa (13/5/2025), mendekati titik terendah dalam lebih dari satu minggu yang dicapai pada sesi perdagangan sebelumnya. 

Penyebab utamanya adalah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan China untuk menghentikan saling balas tarif, yang membuat investor lebih berani mengambil risiko dan mengurangi minat terhadap emas sebagai aset aman.

Dilansir dari kantor berita Reuters (13/5/2025), harga emas spot tercatat di angka $3.230,99 per ons pada pukul 03.09 GMT. 

Sehari sebelumnya, harga emas batangan mengalami penurunan tajam sebesar 2,7 persen, menandai salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa minggu terakhir.

Sementara itu, harga emas berjangka AS sedikit naik sebesar 0,2 persen menjadi $3.235,20, menunjukkan adanya sedikit minat beli meskipun pasar secara keseluruhan cenderung menjauh dari aset safe haven.

Baca juga: Dunia Bernapas Lega! Saham Asia Meledak Usai Perang Dagang AS-China Mereda

Kesepakatan Dagang AS-China Dorong Pasar Saham, Tekan Harga Emas

Penurunan harga emas terjadi setelah dua hari negosiasi antara AS dan China di Jenewa, yang berujung pada kesepakatan untuk mengurangi tarif selama tiga bulan ke depan.

 Tarif impor AS atas barang-barang dari China akan dipotong dari 145 persen menjadi 30 persen, dan sebaliknya, China juga menurunkan bea masuk terhadap produk AS dari 125 persen menjadi 10 persen.

Keputusan ini langsung memicu lonjakan di pasar saham global dan mendorong investor untuk kembali ke aset-aset berisiko seperti saham dan obligasi korporat.

"Prospek hubungan perdagangan yang lebih baik antara dua ekonomi terbesar dunia telah menyebabkan peningkatan selera risiko dan penurunan permintaan aset safe haven," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

Namun, Waterer juga mencatat bahwa penguatan dolar AS yang sempat melambat memberi ruang bagi emas untuk sedikit bangkit. "Pergerakan konsolidasi dalam dolar telah memungkinkan harga emas sedikit meningkat," tambahnya.

Baca juga: Harga Emas Terjun Bebas! Sinyal Damai Perang Dagang AS-Tiongkok Guncang Pasar Safe-Haven

Kebijakan The Fed Jadi Sorotan, Inflasi Jadi Penentu

Pasar kini mengalihkan perhatian ke data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis hari ini. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Gubernur The Fed, Adriana Kugler, mengatakan bahwa jeda dalam penerapan tarif impor ini bisa mengurangi tekanan terhadap ekonomi, sehingga kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral menjadi lebih kecil.

 Ini bisa menjadi sentimen negatif bagi emas karena emas cenderung naik saat suku bunga turun.

Namun, pasar masih memperkirakan akan ada penurunan suku bunga sebesar 55 basis poin tahun ini, yang diprediksi akan dimulai pada bulan September.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved