Harga Emas
Gawat! Dolar Ambruk, Harga Emas Naik Lagi! Tembus USD 3.223 Akibat Perang Dagang Kembali Memanas
Kenaikan ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, kembali menegaskan ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terhadap negara-negara y
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Gawat! Dolar Ambruk, Harga Emas Naik Lagi! Tembus USD 3.223 Akibat Perang Dagang Kembali Memanas
SERAMBINEWS.COM– Harga emas naik pada hari Senin (19/5/2025) karena melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kembali ketegangan dagang antara AS dan mitra perdagangannya.
Kenaikan ini terjadi setelah Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, kembali menegaskan ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang dianggap tidak bernegosiasi dengan itikad baik.
Dilansir dari kantor berita Reuters (19/5/2025), pada pukul 02.15 GMT, harga emas spot naik sebesar 0,7 persen menjadi 3.223,55 dolar AS per ons, sementara harga emas berjangka AS meningkat 1,3 persen menjadi 3.228,70 dolar AS per ons.
Sebelumnya, emas sempat anjlok lebih dari 2 persen pada hari Jumat dan mencatat minggu terburuknya sejak November tahun lalu.
Hal ini disebabkan oleh membaiknya sentimen risiko pasar setelah adanya perkembangan positif dalam perjanjian dagang antara AS dan Tiongkok.
Baca juga: Mantan Presiden AS, Joe Biden Didagnosis Kanker Prostat Stadium 4 dan Sudah Menyebar ke Tulang
Namun, ketegangan kembali muncul setelah pernyataan Scott Bessent pada wawancara televisi hari Minggu.
Ia menyatakan bahwa Trump siap memberlakukan tarif sesuai dengan ancamannya bulan lalu terhadap mitra dagang yang tidak kooperatif.
"Trump akan mengenakan tarif pada tingkat yang ia ancam sebelumnya, pada negara-negara yang tidak bernegosiasi dengan itikad baik," ujar Bessent.
Dolar Melemah, Emas Jadi Lebih Menarik
Nilai tukar dolar AS, yang diukur melalui indeks dolar (.DXY), tergelincir 0,3 persen pada hari Senin (19/5/2025).
Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang asing, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini.
Selain itu, pemotongan peringkat kredit AS oleh lembaga pemeringkat Moody’s pada hari Jumat turut mendorong kenaikan harga emas.
Baca juga: Israel Gempur Gaza Tanpa Ampun, Trump: “Kita Harus Membantu, Rakyat Palestina Sedang Kelaparan”
Moody’s menurunkan peringkat kredit AS satu tingkat karena kekhawatiran terhadap utang negara yang terus membengkak.
"Penurunan peringkat kredit AS oleh Moody's, dan reaksi pasar terhadap risiko tersebut, telah memberikan sedikit semangat kembali pada harga emas," kata Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.
Ketidakpastian Politik Dorong Permintaan Emas
Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS di bawah Trump semakin memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven atau tempat perlindungan nilai selama masa-masa gejolak politik dan ekonomi.
| UPDATE Harga Emas di Aceh 7 Mei 2026: Pidie Naik Rp100 Ribu per Mayam, Banda Aceh Sentuh Rp7,9 Juta |
|
|---|
| Naik Rp51 Ribu Per Mayam, Berikut Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini, Kamis, 7 Mei 2026 |
|
|---|
| Harga Emas di Abdya, 7 Mei 2026: Emas Murni dan London Bertahan, Antam Menguat |
|
|---|
| Harga Emas LM di Kabupaten Aceh Timur Naik Lagi |
|
|---|
| Harga Emas di Langsa Tembus Lagi Rp 8,5 Juta, Ini Rinciannya Edisi 7 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/emas-antam-naik-di-Sabang.jpg)