Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

65 Tentara dan Polisi Turki Ditangkap, Diduga Jadi Pendukung Kudeta Erdogan

Sementara itu, sembilan polisi juga ikut diamankan, di mana sebagian besar dari mereka ditangkap di Istanbul.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/ADEM ALTAN
KUDETA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Otoritas Turkiye telah menangkap sedikitnya 65 tentara dan polisi, pada Jumat (23/5/2025) 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Otoritas Turkiye telah menangkap sedikitnya 65 tentara dan polisi, pada Jumat (23/5/2025) pukul 6 pagi.

Puluhan tentara dan polisi tersebut ditangkap atas dugaan keterlibatan dengan FETO atau kelompok yang disebut sebagai Organisasi Teroris Fethullah oleh pemerintah.

Menurut kantor berita negara Anadolu, operasi penangkapan ini dilancarkan di 36 provinsi dengan pusat di Istanbul. 

Dari total 63 tentara aktif yang menjadi target penahanan, 56 telah ditangkap.

Sementara itu, sembilan polisi juga ikut diamankan, di mana sebagian besar dari mereka ditangkap di Istanbul.

FETO sendiri merupakan sebutan resmi untuk gerakan Hizmet yang didirikan oleh Fethullah Gulen.

Diketahui, Gulen adalah tokoh agama yang menjadi musuh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.

 Ia dan kelompoknya dituduh sebagai dalang dari aksi kudeta Erdogan, yang gagal, pada 2016.

Sebelumnya, Gulen merupakan sekutu dekat Presiden Erdogan.

Namun, hubungan mereka memburuk, dan Gulen melarikan diri ke Amerika Serikat sejak 1999. 

Kelompok FETO yang dibentuknya sempat memiliki pengaruh besar dalam birokrasi, pendidikan, dan media di Turkiye.

Baca juga: Ukraina Rusia Kembali Berunding di Turki, Tanpa Zelensky dan Putin, Apa Yang Akan Terjadi?

Kemudian, Gullen meninggal dunia pada Oktober 2024.

Meskipun demikian, pemerintah Turkiye menyatakan akan terus memburu para pengikutnya.

Pihak kejaksaan menjelaskan bahwa operasi penangkapan terduga anggota FETO tersebut menyasar anggota dari berbagai cabang militer, yaitu angkatan udara, angkatan darat, angkatan laut, dan pasukan gendarmerie.

Penangkapan ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan pemerintah Erdogan dalam menumpas sisa-sisa pengaruh Gulen di dalam institusi negara. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved