Mihrab
Tiga Amalan Ringan Berpahala Haji dan Umrah, Ini Pesan Ustadz Gamal Achyar di Khutbah Jumat
Meski begitu, Allah SWT Maha Pemurah dan memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk meraih pahala setara dengan haji. Ini caranya.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Hal ini berdasarkan riwayat dari Anas bahwa Rasulullah berkata, yang artinya,
"Siapa yang mengerjakan shalat subuh berjamaah, kemudian dia tetap duduk sambil zikir sampai terbit matahari dan setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat, maka akan diberikan pahala haji dan umrah,” (HR At-Tirmidzi).
Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih menjelaskan, yang dimaksud zikir dalam hadits di atas tidak sebatas melafalkan kalimat zikir, tetapi juga termasuk thawaf bagi orang yang berada di masjidil haram, serta majelis ilmu dan agama.
Hal itu dilakukan sampai terbit matahari dan sekira matahari setinggi tombak, sekitar lima belas menit setelah terbitnya matahari, disunahkan shalat dua rakaat.
Shalat dua rakaat itu dinamakan dengan shalat sunah isyraq.
Selanjutnya Ustaz Gamal Achyar menambahkan ibadah yang ketiga, pergi ke masjid untuk menuntut ilmu atau mencari kebaikan.
Tidak hanya ibadah shalat yang mendapatkan pahala haji dan umrah, menuntut ilmu dan mengajar di masjid pun diberikan pahala ibadah haji.
Abu Umamah meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, yang artinya, “Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna hajinya,” (HR At-Thabarani).
“Meskipun ketiga amalan di atas diberikan pahala ibadah haji dan umrah, bukan berarti orang yang mengerjakan amalan tersebut tidak diwajibkan haji dan umrah,”
“Kewajiban haji dan umrah tetap berlaku bagi siapapun. Pahala ketiga amalan di atas diserupakan dengan pahala ibadah haji dan umrah bertujuan untuk memotivasi umat Islam untuk melakukannya,” ungkapnya.
Pada bagian lain khutbahnya, Ketua Yayasan Dayah Samudera Pasai Madani Aceh Besar ini menyampaikan, ibadah haji adalah ibadah wajib dan salah satu rukun iman yang ke lima.
Kewajiban menjalankan ibadah tahunan tersebut hanyalah bagi orang yang mampu. Orang yang mampu dalam hal ini orang yang dikehendaki oleh Allah Swt, bukan mampu semata secara harta saja.
“Banyak diantara hamba Allah yang punya banyak harta, namun belum bisa menunaikannya, seperti tidak adanya itikad dalam hati, terkendala aturan, sakit, dan bahkan keburu wafat,”
“Itu semua sekenario Allah terhadap hambanya. Kemampuan dalam menjalankan ibadah haji bukan karena punya banyak harta, namun juga itikad kuat dalam hati,” ujarnya.
Menurut Ustaz Gamal Achyar, banyak diantaranya orang yang berkecukupan bahkan berpenghasilan rendah bisa menunaikan ibadah haji, itu karena itikadnya yang kuat dengan menabung bertahun-tahun.
Intinya semua hamba mempunyai kesempatan itu, tergantung dirinya mau memaksakan atau tidak.
“Selain itu, tentu saja ada cara lain yang dapat ditempuh untuk memperoleh pahala haji, yaitu dengan cara memperbanyak amalan, yang setara dengan pahala ibadah haji bagi mereka yang belum mempunyai kesempatan,” pungkasnya. (ar)
Khatib Jumat di Masjid At-Taqwa Sigli Pidie Ingatkan Pentingnya Berbaik Sangka kepada Allah |
![]() |
---|
Khutbah Jumat di Aceh Besar: Berbakti kepada Orang Tua Adalah Wujud Syukur |
![]() |
---|
Kitab Kuning Benteng Peradaban Aceh, Menjaga Warisan Peradaban Islam |
![]() |
---|
Segera Melangkah ke Masjid, Ini Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Aceh Besar 22 Agustus 2025 |
![]() |
---|
Jadwal Lengkap Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang Hari Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.