Berita Santri
Santri Dayah Ruhul Falah Samahani Ikut Tasyakur Kelulusan, Begini Pesan Dr Tgk Muslem Hamdani
Kegiatan tasyakur kelulusan ini disertai dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ketua STIS Al-Aziziyah Sabang, Dr. Tgk Muslem Hamdani
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Para santri Dayah Ruhul Falah Samahani Aceh Besar, mengikuti acara tasyakur kelulusan, Sabtu (1/6/2025).
Kegiatan ini berlangsung di aula utama Dayah Ruhul Falah Samahani ini turut dihadiri oleh para wali santri serta undangan dari kalangan ulama dan tokoh masyarakat.
Kegiatan tasyakur kelulusan ini disertai dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Aziziyah Sabang, Dr. Tgk Muslem Hamdani, MA.
Dalam pidato ilmiahnya yang sarat makna, Tgk Muslem mengangkat tema “Anak Sebagai Penolong Orang Tua”, sebuah pesan yang mendalam bagi para santri yang akan segera kembali ke tengah masyarakat.
Orasi ilmiah ini menjadi puncak acara tahunan yang menjadi refleksi hasil pendidikan dan pembinaan karakter santri.
Dalam orasinya, Dr. Muslem menyampaikan bahwa dalam Islam, anak bukan hanya amanah, tapi juga investasi akhirat bagi orang tua.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang Soleh yang mendoakannya. (HR. Muslim).
Menurutnya, peran anak sebagai penolong orang tua bukan hanya dalam bentuk ekonomi atau sosial, tetapi yang paling tinggi nilainya adalah ketika anak menjadi sebab orang tua mendapat pahala dan ampunan dari Allah SWT.
“Kita bisa saja membalas kebaikan orang tua dengan uang dan materi, tapi itu belum sebanding.
Yang lebih utama adalah menjadikan diri kita sebagai anak yang shalih yang doanya terus mengalir, yang akhlaknya menjadi pelindung nama baik orang tua, yang ilmunya menjadi amal jariyah mereka,” ungkap Tgk Muslem dengan nada haru.
Lebih lanjut, Dr. muslem juga menekankan bahwa pendidikan di dayah bukan sekadar untuk menambah hafalan atau ilmu, tetapi juga untuk melatih diri menjadi pribadi yang memiliki birul walidain (berbakti kepada orang tua).
Di era modern ini, ujarnya, banyak anak yang sukses dalam akademik dan karier, tetapi gagal menjaga hati dan ridha kedua orang tua.
“Santri jangan hanya pandai membaca kitab, tapi juga harus menjadi anak yang tahu diri, tahu balas budi. Kalau tidak bisa membahagiakan orang tua dengan harta, bahagiakan mereka dengan akhlak,” tambahnya.
Sebelum menutup orasi, Dr. Muslem menyampaikan pesan kepada para santri bahwa setelah keluar dari dayah, tanggung jawab mereka bukan berakhir, tapi justru babak baru dimulai.
| VIDEO Evakuasi Dramatis Pemuda Terjatuh di Objek Wisata Goa Kalam Tapaktuan |
|
|---|
| Pecatan Polisi Jadi Bandar Sabu, Pernah Jabat Eks Kanit Resnarkoba |
|
|---|
| VIDEO Unggul Jauh Suara, dr Hendra Kurniawan Terpilih Jadi Ketua IDI Banda Aceh 2026-2029 |
|
|---|
| Warga Bireuen Tenggelam di Krueng Kila Nagan Ditemukan Meninggal, Bupati TRK Apresiasi Tim Gabungan |
|
|---|
| Maling Gasak Rumah Warga di Alue Kambuk Nagan Raya, Uang Tunai dan ATM Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tasyakur-ruhul-falah.jpg)