Berita Haji 2025

Semua Jamaah Haji Indonesia saat Ini sudah Tiba di Tanah Suci, Kini Bersiap Wukuf di Arafah

"Alhamdulillah, seluruh Jamaah Haji Indonesia kini telah berada di Kota Makkah dalam keadaan aman dan sehat," ungkap Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Dok PPIH
JAMAAH HAJI INDONESIA - Semua Jamaah Haji Indonesia sudah berada di Tanah Suci dan bersiap-siap menghadapi puncak ibadah haji yakni Wukuf di Arafah. 

Laporan Muhammad Nasir | Arab Saudi

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Seluruh Jamaah Haji Indonesia saat ini telah tiba di Tanah Suci

Sebanyak 203.149 jamaah haji reguler yang tergabung dalam 525 kelompok terbang (kloter), kini memasuki masa tenang untuk mempersiapkan diri menghadapi wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji.

"Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, seluruh Jamaah Haji Indonesia kini telah berada di Kota Makkah dalam keadaan aman dan sehat," ungkap Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin di Makkah, Minggu (1/6/2025). 

"Ini adalah capaian besar yang patut kita syukuri bersama, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat kesiapan fisik, mental, dan spiritual seluruh jamaah," lanjutnya.

Puncak haji akan dimulai dengan pemberangkatan jamaah haji ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1446 H, bertepatan dengan 4 Juni 2025. 

Kamaruddin mengajak seluruh jamaah untuk fokus menyiapkan diri menuju fase Armuzna.

"Mengurangi aktivitas di luar tenda atau hotel, Istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan serta memperbanyak konsumsi air putih," imbau Kamaruddin.

Sementara itu, mulai Minggu hari ini, layanan Bus Shalawat telah diberhentikan sementara. 

Bus akan kembali melayani jamaah pada Selasa, 14 Zulhijjah atau 10 Juni 2025 pukul 00.00 WAS. 

Diimbau kepada jamaah untuk tetap beribadah di hotel masing-masing dan menghindari aktivitas di luar ruangan kecuali untuk keperluan mendesak.

Jelang Armuzna, layanan katering reguler di hotel digantikan dengan makanan siap saji (ready to eat). 

Distribusi sudah dilakukan secara bertahap untuk 6 kali makan, dengan rincian: 7 Zulhijjah (3 Juni), 3 kali makan. 

Lalu, 8 Zulhijjah (4 Juni), 1 kali makan. Serta, 13 Zulhijjah (9 Juni), 2 kali makan.

"Makanan ini dapat langsung dikonsumsi. Nasi sebaiknya direndam air selama 5–10 menit sebelum disantap, lauk dapat dimakan langsung tanpa pemanasan,” terang dia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved