Info Haji 2025
Pasar Kaget di Makkah, Sajadah 4 Cuma Rp100 Ribu, Terima Rupiah dan Ditawar dalam Bahasa Indonesia
Dengan jarak hanya sekitar 300 meter dari hotel, jemaah bisa dengan mudah membeli sajadah, abaya, hingga cokelat dengan harga terjangkau dan menggunak
Dengan jarak hanya sekitar 300 meter dari hotel, jemaah bisa dengan mudah membeli sajadah, abaya, hingga cokelat dengan harga terjangkau dan menggunakan rupiah sebagai alat transaksi.
SERAMBINEWS.COM - Pasar kaget di kawasan Syisyah, Makkah, menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah haji Indonesia.
Dengan jarak hanya sekitar 300 meter dari hotel, jemaah bisa dengan mudah membeli sajadah, abaya, hingga cokelat dengan harga terjangkau dan menggunakan rupiah sebagai alat transaksi.
Fenomena ini memperlihatkan eratnya hubungan antara pedagang lokal dan jemaah Indonesia, bahkan dengan penggunaan bahasa Indonesia dalam transaksi.
Meski sebagian jemaah mulai berburu oleh-oleh, sebagian lainnya memilih fokus beribadah menjelang puncak haji pada 5 Juni 2025.
Sementara itu, PPIH Arab Saudi menunda program Tanazul demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh jemaah haji.
Teriakan 'Empat seratus, empat seratus' terdengar lantang dari seorang pedagang lokal di Syisyah Makkah yang menjajakan dagangan berupa sajadah kepada jemaah haji Indonesia, Selasa (3/6/2025).
Baca juga: Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 1.243 Calon Jemaah Haji Ilegal, Terindikasi Non-prosedural
Pedagang itu menjual empat lembar sajadah seharga Rp 100.000.
Para pedagang juga fasih menggunakan bahasa Indonesia.
Sepintas kita seperti sedang berada di Indonesia karena sebagian besar pedagang menggunakan bahasa Indonesia saat menawarkan dagangannya.
Meski kata-kata yang diucapkan hanya sebatas nominal harga, tapi setidaknya cukup membuat nyaman saat berbelanja.
Apalagi mata uang yang digunakan adalah rupiah.
Pagi itu suasana 'pasar kaget' di kawasan Syisyah tampak ramai.
Baca juga: Lansia dan Disabilitas Dapat Layanan Khusus, Rabu Besok Semua Jamaah Haji Aceh Bertolak ke Arafah
Sebagian besar pengunjung pasar adalah jemaah haji asal Indonesia.
Bukan tanpa sebab, karena pasar ini sangat dekat dari hotel tempat sebagian besar jemaah haji Indonesia tinggal selama di Makkah.
Jaraknya hanya sekitar 300-an meter.
Sebagian besar jemaah sengaja datang membeli oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat di kampung halaman.
Ada juga yang hanya sekadar melihat-lihat dagangan.
Seorang jemaah dari Kloter UPG 35, Lasmi Wahyu Wijayanti misalnya, dia membeli 12 sajadah sekaligus untuk oleh-oleh.
Baca juga: Arab Saudi Ancam Denda Rp343 Juta bagi Penampung Jemaah Haji Ilegal
"Lumayan harganya, ini saya beli untuk oleh-oleh di kampung," kata Lasmi.
Tak hanya sajadah, ada pula baju gamis wanita atau abaya yang dijual seharga Rp 100.000 per piece.
Atau cokelat Rp 100 ribu per kilogram atau jika membeli 2 kilogram harganya Rp 150.000.
Jemaah lainnya juga terlihat memborong abaya yang dijual Rp 100.000 per piece.
"Iya ini saya beli banyak untuk keluarga dan teman-teman di Indonesia," kata jemaah tersebut.
Meski banyak jemaah yang sudah berburu oleh-oleh, ada juga jemaah haji yang sengaja belum berbelanja.
Baca juga: Ketum PBNU Beri 4 Usulan Penting di Seminar Akbar Haji 2025, Sikapi Persoalan Istithaah
Alasannya karena ingin fokus untuk menghadapi puncak haji tanggal 5 Juni mendatang.
Andi Arifah (50) dan istrinya Andi Rosmianti (42), jemaah haji asal Kloter UPG 32 mengaku belum berencana berburu oleh-oleh.
"Ya paling kita belanja untuk kebutuhan sehari-hari saja, kalau untuk oleh-oleh belum," kata Andi saat ditemui Tribunnews di lobby Hotel Alsadom 1 di kawasan Kota Makkah, Senin (2/6/2025).
Namun, Andi sudah punya rencana untuk membeli oleh-oleh di Madinah saja menjelang kepulangan ke tanah air.
"Nanti di Madinah, insya Allah. Mudah-mudahan masih diberi umur panjang, insya Allah, nanti di Madinah," ujarnya.
Puncak Haji
Diketahui Rabu (4/6/2025), seluruh jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf pada keesokan harinya, Kamis (5/6/2025).
Sebanyak 3.000 bus disiapkan untuk mengangkut jemaah haji Indonesia ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Bus-bus tersebut diberangkatkan dari hotel menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pemberangkatan mengikuti jadwal yang ditentukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
"Jumlah bus total di atas 3.000 unit," kata Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni.
Program Tanazul Ditunda
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menunda pelaksanaan program Tanazul bagi jemaah haji Indonesia hingga tahun depan.
Penundaan program Tanazul ini sesuai dengan keputusan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi mengatakan penundaan Program Tanazul bagi jemaah haji Indonesia dengan mempertimbangkan alasan keselamatan.
PPIH Arab Saudi sedianya akan memberlakukan Program Tanazul pada operasional haji 1446 H/2025 M.
Program ini didesain sebagai satu ikhtiar Kementerian Agama untuk memberikan kemudahan dalam beribadah sesuai tuntunan syariat dan menjaga keselamatan jemaah, khususnya bagi lansia, disabilitas, dan kelompok rentan.
Program ini telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 137 Tahun 2025.
"Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan bahwa pelaksanaan Tanazul ditunda ke musim haji tahun-tahun mendatang, untuk dipersiapkan dengan lebih matang," jelas Muchlis M Hanafi di Makkah, Selasa (3/6/2025).
"Kami memahami bahwa pembatalan yang mendadak ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian jemaah.
Namun, ini adalah langkah terbaik yang diambil demi menjaga keselamatan seluruh jemaah," sambungnya.
Berkenaan dengan perubahan kebijakan ini, tanazul tidak lagi diprogramkan oleh PPIH Arab Saudi.
Artinya, semua jemaah akan tetap melaksanakan rangkaian ibadah di Mina, termasuk mabit dan melontar jumrah, lalu kembali ke Makkah sesuai jadwal masing-masing.
Namun demikian, jemaah dapat melakukan tanazul secara mandiri dengan berkoordinasi melalui syarikah masing-masing, terutama terkait penyediaan konsumsi.
Sebelumnya, untuk menghindari kepadatan tenda dan demi kenyamanan, PPIH menerapkan skema tanazul, yakni pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah selesai lempar jumrah aqabah.
Sekitar 30.000 jemaah, terutama dari sektor Syisyah dan Raudhah, dijadwalkan mengikuti tanazul.
Mereka yang melempar jumrah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah tidak kembali ke tenda di Mina, tetapi langsung kembali ke hotel masing-masing. (Media Center Haji/MCH 2025/Dewi Agustina)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geliat 'Pasar Kaget' di Kawasan Syisyah Makkah: Sajadah Empat Seratus, Empat Seratus
Tiga Jamaah Haji Aceh Masih Dirawat di Madinah, 1 Lainnya Sudah Dipulangkan |
![]() |
---|
Kabar Duka, Satu Jamaah Haji Aceh yang Dirawat di Madinah Meninggal Dunia |
![]() |
---|
5 Jamaah Haji Aceh Masih Dirawat di Arab Saudi |
![]() |
---|
446 Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci Tahun Ini, Kepulangan Haji 2025 Berakhir |
![]() |
---|
Seluruh Jemaah Haji Indonesia 2025 Telah Tinggalkan Tanah Suci, 46 Orang Masih Dirawat di Arab Saudi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.