Berita Banda Aceh
3 Brand Parfum Aceh Tampil di Bandung Pada Pameran Jagat Aroma 2025
"Ini sebagai tindaklanjut pasca kami menghadiri Launching Banda Aceh sebagai Kota Parfum.” ROMI ASTUTI, Direktur Fesyen Kementerian Ekraf
"Ini sebagai tindaklanjut pasca kami menghadiri Launching Banda Aceh sebagai Kota Parfum.” ROMI ASTUTI, Direktur Fesyen Kementerian Ekraf
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tiga brand parfum Aceh ikut meramaikan pameran Jagat Aroma yang diselenggarakan Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, 6-8 Juni 2025. Jagat Aroma merupakan sebuah pameran nasional yang diinisiasi untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan olfaktori (aroma) Indonesia.
Direktur Fesyen pada Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Romi Astuti SE MM, mengatakan, pameran ini diikuti 80 brand parfum lokal dari seluruh Indonesia.
"Pameran ini diikuti oleh lebih dari 80 brand dari berbagai daerah di Indonesia yang bergerak di sektor parfum, aromaterapi, wellness, dan produk berbasis aroma lainnya," katanya, Rabu (4/6/2025).
Dijelaskan, even ini bertujuan memberikan pengalaman menjelajahi berbagai aroma kepada pengunjung, serta memperkenalkan brand-brand lokal yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat.
Dari 80 brand yang berpartisipasi, lanjut Romi, tiga brand di antaranya berasal dari Banda Aceh yang difasilitasi Kementerian Ekonomi Kreatif untuk ikut berpartisipasi dalam pameran Jagat Aroma 2025. Pertama; Minyeuk Pret, salah satu pionir parfum Aceh yang telah dikenal di Aceh.
Produk-produknya menggunakan rempah dan bunga lokal khas Aceh dengan kemasan dan identitas yang kuat, membawa aroma Aceh sebagai kebanggaan daerah. Kedua; Neelam, parfum yang diproduksi oleh Universitas Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
Produk ini menggunakan minyak nilam terbaik dunia, dengan pencampuran berbagai aroma yang khas dari aceh salah satunya adalah kopi. Ketiga; Tarina, brand baru asal Aceh yang berfokus pada eksplorasi aroma rempah dan kayu-kayuan. Tarina menonjolkan pendekatan storytelling dan natural formulation dalam produknya.
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keunikan aroma Indonesia sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki potensi ekonomi," ujar Romi.
Dikatakan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan brand-brand parfum lokal kepada masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan industri parfum lokal yang berbasis pada kekayaan bahan alam dan narasi budaya Nusantara di tingkat nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi platform strategis untuk promosi, kolaborasi, serta edukasi bagi publik dan para pemangku kepentingan di sektor wewangian dan kecantikan.
Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam kegiatan tersebut, tambahnya, merupakan komitmen pemerintah dalam penguatan produk-produk daerah sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat subsektor kecantikan dan wewangian sebagai elemen penting dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Upaya ini memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif khususnya di perluasan distribusi produk parfum, selaras dengan program Kementerian Ekonomi Kreatif dan fokus Menteri Teuku Riefky dalam memperkuat pasar ekonomi kreatif.
"Keterlibatan tiga brand parfum asal Aceh yang difasilitasi oleh Kemenekraf juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung program serta upaya branding Kota Banda Aceh sebagai Kota Parfum Indonesia," terangnya.
"Ini sebagai tindaklanjut pasca kami menghadiri Launching Banda Aceh sebagai Kota Parfum yang dihadiri oleh Walikota Banda Aceh. Kedepannya juga sangat terbuka peluang untuk perluasan pasar ekspor ke luar negeri," tutup Romi.(mas)
Kesehatan Mental Ibu Jadi Fokus Seminar Parenting Nasional Muslimah Wahdah Islamiyah Banda Aceh |
![]() |
---|
Seorang Warga Aceh Barat Korban TPPO Dipulangkan dari Kamboja |
![]() |
---|
Wagub Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Suarakan Pendapat secara Santun |
![]() |
---|
Jihan Asyifa, Siswi SMA Modal Bangsa Mewakili Aceh Lolos Jadi Peserta Parlemen Remaja 2025 |
![]() |
---|
REALISTIG VII Resmi Dibuka, Ajang Prestisius Pelajar Aceh untuk Gali Potensi dan Bangun Karakter |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.