Internasional
Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!
"Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kita, miliaran dan miliaran dolar, adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah Elon,”
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Puncak ketegangan terjadi pada Kamis sore di Ruang Oval, saat Kanselir Jerman Friedrich Merz menjadi tamu resmi Gedung Putih.
Dalam suasana canggung, Trump terdengar frustrasi dengan Musk, menyebut miliarder itu “tidak tahu terima kasih.”
Ia menolak anggapan bahwa kemenangannya pada pemilu sebelumnya terbantu oleh dukungan finansial Musk yang mencapai ratusan juta dolar, dan menuduh Musk kini menyerang karena kebijakan Partai Republik soal penghapusan subsidi kendaraan listrik dapat merugikan Tesla.
Musk, dengan gaya khasnya, membalas dengan satu kata di X: “Terserah.”
Ia juga menuduh Trump lebih fokus pada pemborosan dan mengabaikan ancaman besar seperti utang nasional AS.
“Demokrat akan tetap menang tanpa saya. Sungguh tidak tahu terima kasih,” tulis Musk.
Dulu Sekutu, Kini Lawan
Trump dan Musk dulunya merupakan sekutu yang tak terduga.
Dalam 100 hari pertama masa jabatan Trump yang kedua, Musk bahkan memegang posisi sebagai pejabat khusus di Gedung Putih dalam lembaga bernama Departemen Efisiensi Pemerintah Musk (Doge), yang menutup sejumlah lembaga dan memberhentikan ribuan pegawai negeri.
Namun sejak awal, banyak yang meramalkan bahwa hubungan keduanya akan berakhir pecah. Ketegangan memuncak ketika masa jabatan Musk sebagai "pegawai khusus pemerintah" berakhir minggu lalu. Dalam momen perpisahan di Ruang Oval, Trump memberinya kunci emas Gedung Putih, namun kini “kuncinya sudah diganti,” sindir salah satu staf senior Gedung Putih.
“Elon dan saya memiliki hubungan yang hebat,” kata Trump sebuah pernyataan yang menggunakan kata lampau yang sarat makna.
Baca juga: Harga Emas Mulai Turun Lagi, Efek Domino dari Drama Trump vs Xi Jinping?
Dampak Politik dan Strategi
Kini muncul pertanyaan: ke mana arah pertarungan ini?
Bagi Partai Republik, Musk bisa menjadi gangguan besar, apalagi jika ia mulai mendanai kandidat saingan di pemilihan pendahuluan.
Sementara Trump bisa saja menyasar para pejabat yang masih setia kepada Musk atau membuka kembali investigasi era Biden terhadap bisnisnya.
Di sisi lain, Partai Demokrat tampaknya belum siap menyambut kembali Musk yang pernah menjadi donor besar mereka. Namun seperti kata Liam Kerr, analis politik dari Partai Demokrat:
“Ini adalah permainan zero-sum. Apa pun yang dia (Musk) lakukan yang lebih condong ke Demokrat akan merugikan Republik.”
Pertarungan Belum Berakhir
| Blokade dan Ambil Alih Kapal Iran, Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak |
|
|---|
| Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Tewaskan 10 Orang di Lebanon Selatan |
|
|---|
| India Buat Pagar Perbatasan dari Buaya dan Ular untuk Mencegah Imigran Bangladesh |
|
|---|
| Viral Pria Bawa Jenazah Ke Bank Untuk Urus Pencairan Dana Pensiun |
|
|---|
| Panik, Trump Terjatuh Saat Selamatkan Diri dari Upaya Pembunuhan, Jamuan Makan Malam Berubah Horor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Harta-kekayaan-Elon-Musk-dilaporkan-susut-sebanyak-34-miliar-dollar-AS.jpg)