Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!

"Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kita, miliaran dan miliaran dolar, adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah Elon,”

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Tangkap layar YouTube The White House
KONFLIK MUSK VS TRUUMP - Harta kekayaan Elon Musk dilaporkan susut sebanyak 34 miliar dollar AS, usai berseteru dengan Presiden Trump di platform X-buntut kritikan atas RUU anggaran baru yang di rancang pemerintahan AS. 

Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!

SERAMBINEWS.COM –Presiden AS Donald Trump dan CEO Tesla serta pemilik X (dulu Twitter), Elon Musk, kini terlibat dalam perang kata-kata yang memanas, dan dampaknya bukan hanya pada politik, tapi juga keuangan dan industri teknologi luar angkasa.

Perseteruan ini memuncak ketika Trump secara terbuka mengancam akan memutus kontrak pemerintah AS dengan perusahaan-perusahaan milik Elon Musk, terutama SpaceX, yang selama ini menjadi tulang punggung misi luar angkasa Amerika.

“Cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran kita, miliaran dan miliaran dolar, adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah Elon,” tulis Trump di media sosialnya, Truth Social.

Ancaman ini langsung berdampak.

Harga saham Tesla anjlok hingga 14 persen hanya dalam satu hari, menandakan betapa besarnya kekuatan Trump di pasar dan betapa seriusnya ancaman ini bagi bisnis Musk.

Baca juga: Trump vs Elon Musk Bikin Heboh! Pejabat Rusia Tawari Damai Dibayar Saham Starlink?

Musk Balas dengan Serangan Pribadi

Musk tak tinggal diam. Ia menyerukan pemakzulan Trump dan mengancam akan menonaktifkan pesawat antariksa Dragon, yang selama ini digunakan NASA untuk mengirim astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Namun, beberapa jam kemudian, Musk tampak sedikit melunak. Ia menjawab sebuah unggahan di X yang memintanya untuk tenang dengan mengatakan, “Saran yang bagus. Oke, kami tidak akan menonaktifkan Dragon.”

Namun itu bukan akhir. Musk meluncurkan serangan personal paling mengejutkan, dengan menyiratkan bahwa Trump mungkin terlibat dalam berkas-berkas rahasia yang terkait dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan seks yang telah meninggal.

“Saya menjatuhkan bom besar,” tulis Musk di X, tanpa memberikan bukti, tetapi cukup untuk mengguncang media dan opini publik.

Gedung Putih Mulai Menghindar

Juru bicara Trump, Karoline Leavitt, menanggapi tuduhan Musk dengan nada sinis.

“Ini adalah episode yang tidak menyenangkan dari Elon, yang tidak senang dengan RUU Satu Hal Besar yang Indah karena tidak memuat kebijakan yang diinginkannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Trump tampaknya berusaha meredakan tensi di penghujung hari dengan nada yang lebih kalem.

“Saya tidak keberatan menentangnya,” tulis Trump, merujuk pada Musk, “tetapi saya berharap ia sudah keluar dari pemerintahan beberapa bulan yang lalu.”

Namun, ketegangan tak serta-merta surut. Trump kemudian kembali berbicara soal undang-undang pajak dan rencana pengeluaran besar-besaran, menghindari menyebut Musk secara langsung.

Baca juga:  12 Negara Dilarang Masuk AS oleh Trump, Termasuk Indonesia? Dalihnya: Ancaman Keamanan

 

Kanselir Jerman Jadi Saksi Ketegangan Oval Office

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved