Sabtu, 25 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Terperosok! Harapan Damai Dagang dan Tenaga Kerja AS Bikin Investor Goyah

Harga emas turun pada hari Senin (9/6/2025), karena para investor mulai merasa lebih optimis terkait kemungkinan meredanya ketegangan perdagangan ant

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
HARGA EMAS - -Harga emas turun pada hari Senin (9/6/2025), karena para investor mulai merasa lebih optimis terkait kemungkinan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. 

 
Harga Emas Terperosok! Harapan Damai Dagang dan Tenaga Kerja AS Bikin Investor Goyah

SERAMBINEWS.COM-Harga emas turun pada hari Senin (9/6/2025), karena para investor mulai merasa lebih optimis terkait kemungkinan meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan juga membuat para pelaku pasar mengurangi harapan akan adanya penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari kantor berita Reuters (9/6/2025) pada pukul 02.14 GMT, harga emas spot tercatat turun 0,4 persen menjadi $3.298,12 per ons, sementara emas berjangka AS melemah lebih dalam sebesar 0,9  persen  ke posisi $3.317,40 per ons.

Harapan pasar meningkat setelah muncul kabar bahwa tiga pembantu utama Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan pejabat dari Tiongkok di London hari ini.

Baca juga: Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!

Pertemuan ini bertujuan untuk mencari jalan keluar dari sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, yang selama ini membuat pasar global bergejolak.

“Pedagang jangka pendek tidak ingin mengambil posisi panjang yang agresif saat ini menjelang hasil pembicaraan AS-Tiongkok,” kata Kelvin Wong, analis pasar senior wilayah Asia Pasifik di OANDA.

Namun, Wong mengingatkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam pembicaraan, hambatan perdagangan belum akan sepenuhnya hilang.

 “Tarif tidak akan hilang, tetapi pembicaraan dapat menurunkan nilai dasar,” ujarnya.

Wong juga menambahkan bahwa biaya berbisnis di AS kemungkinan akan tetap tinggi, dan defisit anggaran pemerintah yang melebar bisa memperburuk tekanan inflasi melalui efek berantai.

Sementara itu, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa ekonomi Amerika menambah 139.000 pekerjaan pada bulan Mei, lebih tinggi dari ekspektasi analis.

Baca juga:  12 Negara Dilarang Masuk AS oleh Trump, Termasuk Indonesia? Dalihnya: Ancaman Keamanan

 Tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,2  persen.

Selain itu, pertumbuhan upah juga lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Kabar ini mengurangi ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

Saat ini, sebagian besar investor hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada bulan Oktober, sambil menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan pada hari Rabu sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved