Sabtu, 9 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Melesat di Tengah Drama Perdagangan AS-China dan Ketegangan Inflasi!

01.53 GMT, harga emas di pasar spot naik sebesar 0,2 persen menjadi $3.328,89 per ons, sementara harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan yang

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Generated by AI (ChatGPT)
HARGA EMAS NAIK - Ilustrasi harga emas -Harga emas dunia mencatat kenaikan tipis pada hari Rabu (11/6/2025). 

Harga Emas Melesat di Tengah Drama Perdagangan AS-China dan Ketegangan Inflasi!

SERAMBINEWS.COM– Harga emas dunia mencatat kenaikan tipis pada hari Rabu (11/6/2025), karena ketidakpastian seputar perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih membayangi sentimen pasar. 

Selain itu, investor juga menanti rilis data inflasi utama dari AS untuk menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.

Dilansir dari kantor berita Reuters (11/6/2025), pada pukul 01.53 GMT, harga emas di pasar spot naik sebesar 0,2 persen menjadi $3.328,89 per ons, sementara harga emas berjangka AS juga mengalami kenaikan yang sama sebesar 0,2 persen ke level $3.349,80 per ons.

Kenaikan harga ini terjadi setelah adanya kabar bahwa pejabat dari AS dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk memperbaiki hubungan perdagangan yang sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Pecah Kongsi! Trump dan Elon Musk Saling Hantam, Saham Tesla Ambruk Seketika!

Kesepakatan ini termasuk langkah untuk mengurangi pembatasan ekspor Tiongkok terhadap mineral tanah jarang dan magnet, yang merupakan bahan penting dalam berbagai produk teknologi tinggi dan militer.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyampaikan bahwa hasil dari perundingan selama dua hari di London ini akan segera disampaikan kepada Presiden Donald Trump untuk mendapatkan persetujuan akhir.

 Di pihak Tiongkok, delegasi mereka juga akan meminta persetujuan langsung dari Presiden Xi Jinping sebelum kerangka kerja ini bisa diterapkan secara resmi.

Namun, analis pasar memperingatkan bahwa ketidakpastian masih tinggi, karena belum ada persetujuan resmi dari kedua pemimpin negara tersebut.

“Kita tahu bahwa negosiator dari kedua negara telah sepakat mengenai kerangka kerja dasar. Tapi sampai Presiden Trump atau Presiden Xi benar-benar menyetujuinya, ketidakpastian masih akan membayangi. Ketidakpastian seperti ini biasanya mendukung permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, terutama menjelang rilis data inflasi,” ujar Matt Simpson, analis senior dari City Index.

Baca juga: Trump vs Elon Musk Bikin Heboh! Pejabat Rusia Tawari Damai Dibayar Saham Starlink?

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Tiongkok saling memberlakukan tarif perdagangan tinggi sejak bulan April lalu yang memicu perang dagang dan membuat pasar global bergejolak.

Setelah melakukan pertemuan di Jenewa bulan lalu, kedua negara sepakat untuk memangkas tarif yang semula mencapai tiga digit.

Sementara itu, Bank Dunia pada hari Selasa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2025 menjadi 2,3 persen, turun sebesar 0,4 poin persentase dari proyeksi sebelumnya.

Dalam laporannya, Bank Dunia menyebut bahwa kenaikan tarif perdagangan dan ketidakpastian global menjadi tantangan besar bagi hampir seluruh perekonomian dunia.

Fokus investor saat ini beralih ke data indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat yang akan diumumkan pada pukul 12.30 GMT.

Baca juga: Trump Kembali “Menggila”! Tarif Baja Digas Jadi 50 Persen, Ekonomi Global Siaga Satu!

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved