Perang Gaza
Panglima Militer Penjajah Israel: Perang akan Berlanjut hingga Kekalahan telak Hamas
Negara Israel tidak dapat mengandalkan ukuran kekuatan minimal – sehingga memerlukan margin keamanan yang luas. Selain itu, peningkatan jumlah pasukan
SERAMBINEWS.COM - Eyal Zamir, kepala staf umum militer Israel, mengatakan tentara membuat penyesuaian dan membentuk formasi layanan wajib dan cadangan baru karena terus berperang di Jalur Gaza.
“Kita harus terus beroperasi menuju kekalahan telak Hamas,” katanya kepada pasukan Israel saat berkunjung ke Gaza utara, Rabu.
“Negara Israel tidak dapat mengandalkan ukuran kekuatan minimal – sehingga memerlukan margin keamanan yang luas. Selain itu, peningkatan jumlah pasukan wajib dan cadangan akan meringankan beban pasukan cadangan," kata Zamir.
Komentarnya muncul ketika pemerintah Israel mendapat tekanan yang semakin besar untuk mengakhiri perang guna menjamin pembebasan tawanan yang ditahan di Gaza.
Laporan terbaru media Israel juga telah merinci meningkatnya kelelahan dan frustrasi di kalangan tentara di tengah serangan yang sedang berlangsung.
Namun Zamir berkata, “Kampanyenya belum berakhir.”
“Kita harus terus berupaya membawa pulang semua sandera kita dan mengalahkan musuh. Kami akan beroperasi untuk mengakhiri kampanye dan transisi ke konfigurasi tempur baru yang memungkinkan kami mencapai tujuan sekaligus mengurangi beban pasukan,” katanya.
Anggota parlemen Israel Tuduh Netanyahu tak Berniat Membawa Pulang Tawanan
Vladimir Beliak, anggota Knesset dengan partai sentris Israel Yesh Atid, telah menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menempatkan masa depan politiknya sendiri di depan nasib tawanan Israel.
“Kami tidak melihat adanya upaya nyata dari perdana menteri untuk menyelamatkan para sandera,” Beliak mengatakan kepada radio publik Israel, menuduh Netanyahu mengeksploitasi krisis untuk menjaga pemerintahannya tetap berkuasa.
“Saya tidak ingat ada warga negara Israel yang memilih Hamas selama pemilu, namun mereka memilih pemerintahan ini, dan merupakan tanggung jawab pemerintah untuk membawa mereka kembali ke rumah, tambah” Beliak.
1.000 Peserta Konvoi Menuju Gaza Mematahkan Pengepungan Israel
Konvoi bantuan darat berupa bus dan mobil menyeberang ke Libya pada Selasa saat menuju Mesir, yang bertujuan untuk mematahkan pengepungan kemanusiaan Israel yang melumpuhkan di Jalur Gaza.
Terdiri dari 12 bus dan 100 mobil pribadi, Konvoi Sumoud (ketahanan dalam bahasa Arab) diikuti lebih dari 1.000 peserta, yang dipimpin oleh masyarakat sipil Tunisia serta peserta dari Aljazair, Maroko, Mauritania, dan Libya, berangkat dari ibu kota Tunisia pada hari Senin.
“Kami melintasi beberapa kota di Libya dan sekarang dekat dengan Al-Zawiya, 51 km sebelah barat Tripoli,” Mohammed Ameen Binnour, koordinator medis konvoi tersebut, mengatakan kepada kantor berita Anadolu.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mayor-Jenderal-Purn-Eyal-Zamir-mengambil-alih-sebagai-panglima-baru-tentara-Israel.jpg)