Israel Serang Iran

Kapal Induk Penyerang USS Nimitz Menuju Timur Tengah saat Perang Israel-Iran Memanas

Militer AS juga telah memindahkan sejumlah besar pesawat pengisian bahan bakar ke Eropa untuk memberikan opsi kepada Presiden Trump untuk operasi udar

Editor: Ansari Hasyim
US NAVY
FILE - Kapal induk AS USS Nimitz dikabarkan berlayar ke Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pembunuhan seorang ilmuwan Iran, Jumat (27/11/2020). 

AS memiliki sistem pertahanan rudal Patriot berbasis darat dan sistem Pertahanan Udara Ketinggian Terminal di Timur Tengah yang mampu mencegat rudal balistik.

Angkatan Laut AS juga telah memerintahkan kapal perusak USS Thomas Hudner, yang mampu bertahan terhadap rudal balistik, untuk mulai berlayar dari Laut Mediterania bagian barat menuju Mediterania bagian timur, kata pejabat AS kepada Fox News. 

Mereka mengatakan Angkatan Laut juga telah memerintahkan kapal perusak lain untuk bergerak maju sehingga dapat digunakan jika diminta oleh Gedung Putih.

Salah satu pejabat mengutip Nimitz, yang saat itu berada di Indo-Pasifik, serta USS George Washington, yang baru saja meninggalkan pelabuhannya di Jepang, sebagai aset yang mungkin dapat dikerahkan Angkatan Laut ke Timur Tengah jika diperintahkan. 

Jet tempur Amerika juga berpatroli di langit Timur Tengah untuk melindungi personel dan instalasi, dan pangkalan udara di wilayah tersebut mengambil tindakan pencegahan keamanan tambahan, kata para pejabat.

Biasanya, sekitar 30.000 tentara ditempatkan di Timur Tengah, dan sekitar 40.000 tentara berada di wilayah tersebut sekarang, salah satu pejabat AS mengatakan kepada The Associated Press. Jumlah itu melonjak hingga 43.000 pada Oktober lalu di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran serta serangan terus-menerus terhadap kapal-kapal komersial dan militer di Laut Merah oleh Houthi yang didukung Iran di Yaman.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved