Breaking News

Himab Desak FPMPA Segera Laksanakan Kongres

Keterlambatan ini telah mencederai semangat regenerasi dalam tubuh organisasi paguyuban yang menaungi berbagai mahasiswa dan pemuda Aceh itu.

Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
Isratullah, Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (Himab). 

SERAMBINEWS.COM - Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (Himab), Isratullah, menyampaikan keresahannya terhadap sikap Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) yang dinilai terus menunda pelaksanaan kongres untuk pemilihan ketua baru. 

Menurutnya, keterlambatan ini telah mencederai semangat regenerasi dalam tubuh organisasi paguyuban yang menaungi berbagai mahasiswa dan pemuda Aceh dari berbagai daerah itu.

“FPMPA bukan milik satu orang, bukan juga milik sekelompok kecil elit paguyuban,"

"Ini forum kolektif yang harusnya menjunjung tinggi demokrasi, bukan malah stagnan karena alasan-alasan teknis yang dibuat-buat,” ujar Isratullah dalam keterangannya, Selasa (17/6).

Isratullah menambahkan, terakhir kali pada bulan Ramadhan lalu dirinya bertemu dengan Ketua FPMPA, Jasdy.

Jady menyatakan bahwa kongres akan diawali dengan pelaksanaan prakongres, yang dijanjikan akan digelar setelah Hari Raya nanti. 

Namun hingga kini, menurut Isratullah belum ada tanda-tanda atau persiapan konkret ke arah pelaksanaan prakongres.

Baca juga: AS Mulai Kerahkan Mesin Perang Angkatan Laut ke Timur Tengah Jelang Serangan ke Iran

Baca juga: VIDEO Miliaran Rupiah Terbakar Sia-sia: Iron Dome Israel Bertekuk Lutut Hadapi Gempuran Iran

“Kami melihat tidak ada itikad serius. Tidak ada komunikasi terbuka, tidak ada progres, dan tidak ada kejelasan,"

"Seharusnya masa jabatan Ketua FPMPA sekarang, yaitu Muhammad Jasdy, sudah berakhir. Namun hingga pertengahan tahun 2025 ini, belum ada langkah nyata dari pihak FPMPA untuk menggelar kongres,"

"Padahal regenerasi kepemimpinan adalah fondasi penting untuk menjaga dinamika organisasi tetap sehat dan progresif,” tegasnya.

Isratullah mendesak pihak FPMPA untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk menetapkan jadwal pasti prakongres dan kongres, serta membuka ruang diskusi terbuka antar paguyuban anggota untuk membahas masa depan organisasi.

“Ini jelas bentuk pembiaran yang disengaja. Apa yang ditunggu? Atau memang ada upaya memperpanjang kekuasaan dengan cara diam-diam?,"

"Kita tidak boleh tutup mata. Ini inkonsistensi yang mencederai semangat organisasi. Kalau organisasi ini mau tetap relevan dan dipercaya, maka transparansi dan konsistensi dalam mekanisme pergantian kepemimpinan tidak boleh diabaikan." ujar Isratullah.

Hal ini juga senada dengan tidak responsifnya FPMPA terhadap berbagai polemik yang ada di Aceh pada saat ini. Tentunya ini dapat mempermalukan pemuda dan mahasiswa se-Aceh karena FPMPA merupakan representatif dari paguyuban mahasiswa dan pemuda daerah.

Baca juga: VIDEO - Rakyat Aceh Sambut Mualem Bak Pahlawan Berhasil Kembalikan 4 Pulau Kembali ke Pangkuan Aceh

Baca juga: Tim Kemenkes RI Lihat WC Warga Matang Pasi dan Jangka Alue Bie Bireuen

Isratullah menilai kondisi ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan FPMPA sebagai wadah pemersatu mahasiswa dan pemuda Aceh. 

"Jika tidak ada kejelasan waktu dan arah, maka legitimasi kepemimpinan FPMPA saat ini patut dipertanyakan," tegasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved