Berita Aceh Timur
Jembatan Kayu Terancam Putus, Nelayan di Nurussalam Minta Pemerintah tak Menunggu Makan Korban
Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya dinas terkait atau para wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan setempat. “
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya dinas terkait atau para wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan setempat. “Jangan tunggu ada yang celaka dulu,” ujar Baharuddin.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebuah jembatan kayu yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara kawasan tambak , laut dan Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Kondisi ini mengancam keselamatan warga, terutama para nelayan yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut untuk turun ke tambak mencari nafkah ditambak dan laut.
Pantauan di lokasi menunjukkan, lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah lapuk dan nyaris roboh.
Jembatan sepanjang sekitar 20 meter itu membentang di atas aliran sungai kecil dan telah berusia hampir sepuluh tahun tanpa pernah mengalami perbaikan permanen.
“Kalau tidak hati-hati, bisa jatuh langsung ke sungai,” kata Baharuddin, salah satu nelayan, pada Rabu (18/6/2025).
Menurut Baharuddin, warga selama ini hanya bisa melakukan perbaikan darurat secara swadaya dengan menambal lantai jembatan menggunakan papan seadanya.
Tidak ada rangka besi, penyangga baru, maupun struktur penguat yang memadai.
Jembatan tersebut kini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.
Baca juga: VIDEO - Jembatan Gantung Penghubung Masjid Keuchik Leumik Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2025
“Jangan bayangkan bisa dilalui mobil angkut. Ini cuma cukup untuk sepeda motor,” tambahnya.
Warga menyebut, kondisi jembatan sudah masuk kategori darurat.
Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya dinas terkait atau para wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan setempat.
“Jangan tunggu ada yang celaka dulu,” ujar Baharuddin.
Jembatan kayu ini bukan sekadar fasilitas transportasi biasa, melainkan menjadi jalur utama bagi puluhan kepala keluarga nelayan untuk mencari nafkah.
Di atas papan-papan yang nyaris patah itu, kehidupan dan harapan masyarakat bergantung setiap hari.(*)
Baca juga: Bupati Pidie Jaya dan HRD Tinjau Kondisi Jembatan Gantung yang Rusak Diterjang Banjir
RPIA Medco Tumbuhkan Potensi Anak dan Warga di Aceh Timur |
![]() |
---|
5 Nelayan Aceh Timur Akan Dipulangkan dari Thailand Rabu, 3 September 2025 |
![]() |
---|
IPPAT Sesali Pernyataan Wali Kota Langsa, Sebut Bupati Aceh Timur Debt Collector |
![]() |
---|
Rocky Diperiksa Selama 5 Jam di Kasus Dugaan Korupsi Brata Maju |
![]() |
---|
Terima Pengaduan Warga, Haji Uma Kirim Bantuan Sembako Untuk Pengungsi Dampak Bau Gas di Aceh Timur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.