Jumat, 10 April 2026

Berita Bireuen

Muswil IDI Wilayah Aceh Selesai, dr Muntadar Terpilih Secara Aklamasi

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Bireuen.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
dr Muntadar SpB Subsp Ped (K) salah seorang dokter di SMF Bedah RSUZA Banda Aceh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IDI Wilayah Aceh, periode 2025-2028 mendatang dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) di Bireuen, kegiatan diikuti pengurus IDI dari 23 kabupaten/kota dimulai Sabtu (21/6/2025) malam berlangsung di aula Fakultas Kedokteran Umuslim, gedung Ampon Chik Peusangan 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Bireuen.

Kegiatan diikuti pengurus IDI dari 23 kabupaten/kota  dimulai Sabtu (21/6/2025) malam berlangsung di aula Fakultas Kedokteran Umuslim, gedung Ampon Chik Peusangan. 

Agenda utama memilih pengurus baru IDI Wilayah Aceh, membahas berbagai program kerja dan masalah lainnya menyangkut peran dokter dalam berbagai sisi dan tantangan. 

Hasil Muswil yang berakhir, Minggu (22/6/2025) dinihari, dr Muntadar SpB Subsp Ped (K) salah seorang dokter di SMF Bedah RSUZA Banda Aceh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IDI Wilayah Aceh, periode 2025-2028 mendatang.

Ketua IDI Bireuen, dr Zumirda SpB FINASIS FICS Minggu (22/6/2025) mengatakan, hasil musyawarah sidang pleno satu, dua dan tiga mendapatkan hasil.

Secara aklamasi dr Muntadar salah seorang dokter spesialis konsultan bedah anak  terpilih sebagai ketua IDI Wilayah Aceh untuk periode 2025-2028 menggantikan Dr dr Safrizal Rahman M Kes selaku ketua IDI sebelumnya. 

Para peserta Muswil dari 23 Kabupaten/Kota masing-masing diwakili dua orang, pengurus wilayah 15
orang dan pengurus PB IDI pusat satu orang.  

Baca juga: IDI Wilayah Aceh Gelar Muswil 2025 di Bireuen, Salah Satu Agendanya Pemilihan Pengurus Baru

Dalam Muswil tersebut, forum juga berharap IDI Aceh dapat bersinergi dengan IDI Pusat untuk melahirkan dokter-dokter yang unggul, profesional dalam segala hal dan memiliki dedikasi yang tinggi mulai dari hubungan dan etika dengan masyarakat maupun dengan stakeholder lainnya yang ada di seluruh Aceh
maupun Indonesia.

Menyangkut lahirnya Fakultas Kedokteran Umuslim merupakan salah satu peran IDI Aceh, IDI Bireuen, sinergi IDI dengan pemerintah sangat diharapkan. 

“IDI Cabang Bireuen Alhamdulillah bersinergi dengan IDI Wilayah Aceh dan berbagai pihak lainnya telah berhasil mendirikan Fakultas Kedokteran Umuslim,” ujarnya. 

Keberhasilan tersebut merupakan terobosan luar biasa dan ini prestasi yang belum dilakukan pihak lain,
IDI Cabang Bireuen sukses. 

Ke depannya, kehadiran fakultas kedokteran Umuslim sangat bermanfaat bagi masyarakat, ingin menciptakan
dokter-dokter untuk umat, bangsa dan negara. 

Baca juga: Dugaan Korupsi di KEK Arun, 11 Orang Telah dimintai Keterangan, Besok Tambah 5 Lagi

Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd dan juga Prof Halus Satriawan, yayasan Umuslim dan keluarga besar IDI Bireuen maupun berbagai pihak lainnya, IDI Aceh, IDI Bireuen tetap mensupport Umuslim maupun Pemkab Bireuen untuk terus berkarya dan mengembangkan fakultas kedokteran.  

“Tahun ajaran ini sudah menerima sebanyak 20 mahasiswa baru dan akan membuka gelombang kedua
dalam waktu dekat,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved