Pidie
Terkendala Air Petani Gagal Tanam Padi, Begini Penjelasan Distanpang Pidie
Sebagian warga menyiasati sumber air dengan menggali sumur bor hingga menggunakan mesin menyuplai air ke sawah
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Sebagian warga menyiasati sumber air dengan menggali sumur bor hingga menggunakan mesin menyuplai air ke sawah
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Hujan tidak turun di Kabupaten Pidie, menyebabkan petani kelimpungan mencari sumber air untuk tanaman padi.
Sungai menjadi andalan sebagai sumber air bagi petani, justru saat musim kemarau debit air berkurang drastis.
Sehingga tidak mampu mengantisipasi kebutuhan air bagi tanaman padi di hamparan sawah di musim tanam tahun 2025.
Sebagian warga menyiasati sumber air dengan menggali sumur bor hingga menggunakan mesin menyuplai air ke sawah, dengan mengeluarkan biaya sendiri.
Baca juga: Polres Pidie Bersama Masyarakat Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Pantai Pasi Peukan Baro
Namun, sebagian petani sulit menyiasati sumber air, akibat hamparan sawah jauh dari sumber air.
Alhasil, petani terpaksa menelantarkan bibit padi yang telah disemai di areal sawah hingga menjadi pakan ternak.
Seperti di Gampong Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, petani gagal tanam padi akibat tidak ada air.
" di Kecamatan Kembang Tanjong ditemukan sekitar 15 hektare areal persawahan mengalami kekeringan.
Sebab, di sana hamparan sawah yang ditanam padi itu jauh dengan sumber mata air, sehingga tidak bisa dibantu dengan mesin untuk menyuplai air dari sumber air," kata Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan atau Distanpang Pidie, Saiful Bahri, kepada Serambinews.com, Rabu (25/6/2025).
Ia menjelaskan, Kecamatan Kembang Tanjong yang selama ini mengandalkan air dari sungai di belakang Lapas I B Kota Bakti.
Sungai tersebut kini dangkal akibat tumpukan sedimen, sehingga perlu dikerahkan alat berat untuk membersihkan aliran sungai tersebut.
Aliran sungai di belakang Lapas I B Kota Bakti, yang hulunya dari Sungai Keumala.
" Jadi kita harus kerahkan alat berat untuk pembersihan sedimen. Kami akan duduk dengan dinas lintas sektor, untuk penanganan sedimen tersebut. Kita siap mensupport apa yang diperlukan saat normalisasi sungai ," jelasnya.
9 Dinas di Pidie Akan Alami Perubahan Nomenklatur |
![]() |
---|
Bunda PAUD Pidie Dukung Wajib Belajar 13 Tahun, Ulas Pentingnya Pendidikan Usia Dini |
![]() |
---|
Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Latih Kompetensi Tenaga Perpustakaan di Pidie |
![]() |
---|
Mutasi Perdana, Bupati Sarjani Lantik 70 Pejabat, Enam Camat & Dua Orang Mengundurkan Diri |
![]() |
---|
Bupati Sarjani Lantik Dr Dwi Wijaya Sebagai Kadiskes Pidie, Usai 17 Bulan Menjabat Plt |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.