Agam Rinjani Dijuluki Netizen Brasil "Pahlawan", Berhasil Evakuasi Juliana dari Jurang 600 Meter

Ia juga membagikan momen saat ia dan rekannya bermalam di tebing bersama Juliana yang tengah dievakuasi melalui postingan akun Instagram-nya. 

Editor: Faisal Zamzami
Instagram @agam_rinjani
SOSOK AGAM RINJANI - Agam Rinjani merupakan pemandu lokal yang ikut evakuasi jenazah pendaki Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani. Kini ia banjir donasi dari netizen Brasil 

Setelah itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman, mengatakan pihaknya memperoleh laporan soal jatuhnya Juliana pada Selasa pagi sekira 06.30 WITA.

Kemudian, tim gabungan pun dikerahkan untuk langsung bergerak ke lokasi. Tim tersebut baru sampai pada pukul 15.00 WITA.

"Iya saat ini tim kami sudah bergerak menuju lokasi, informasi tim kami sudah sampai di Pelawangan 4, kami belum mendapatkan informasi terbaru lagi," kata Yarman pada Sabtu.

Hanya saja, ketika tim tiba di lokasi, Juliana ternyata tidak berada di titik awal jatuh.

Diduga, dia sempat berjalan menjauh dari lokasi untuk mencari tempat berlindung.

"Mungkin korban bergerak mencari tempat berlindung kita sudah turun mencari," kata Koordinator Lapangan SAR Lombok Timur, Syamsul Padli.

Barulah pada Senin (23/6/2025) pagi, Juliana ditemukan, tetapi dalam kondisi tidak bergerak.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, mengungkapkan korban ditemukan berada 500 meter dari titik awal jatuh.

Hariyadi mengatakan penemuan terhadap jasad Juliana berkat bantuan drone.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal," kata Hariyadi.

Namun, Hariyadi mengatakan Juliana tidak bisa langsung dievakuasi karena kendala medan yang ekstrem.

"Kami terkendala medan yang ekstrem dan berkabut di sekitar lokasi kejadian," tambahnya.

Baca juga: Kondisi Juliana WN Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, 7 Orang Penyelamat Berhasil Mendekati Korban

Berhasil Dievakuasi

Nahas, Juliana dinyatakan tewas dan jasadnya ditemukan sejauh 500 meter dari lokasi titik awal jatuh pada Selasa (24/6/2025) sore.

Lalu, evakuasi terhadap jasad Juliana pun sempat mengalami kendala karena faktor cuaca.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved