Berita Abdya
Kaji Adat Istiadat Aceh, BRIN Riset Bank Gala di Abdya, Akan Saling Melengkapi dengan Koperasi Desa?
Tim riset ini sedang melakukan pengumpulan data lapangan untuk penelitian berjudul “Gala dan Mawah: Pilar Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Tim riset ini sedang melakukan pengumpulan data lapangan untuk penelitian berjudul “Gala dan Mawah: Pilar Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya di Aceh”.
Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Peneliti dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban (PRKKP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bekerja sama dengan dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Aceh, melakukan riset (penelitian) tentang gala dan mawah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Tim riset ini sedang melakukan pengumpulan data lapangan untuk penelitian berjudul “Gala dan Mawah: Pilar Pengembangan Ekonomi Berbasis Warisan Budaya di Aceh”.
Salah satu yang dikunjungi Tim BRIN dan UIN Ar-Raniry Aceh dalam penelitian ini adalah Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Qiradh Gala Muamalah atau Bank Gala di Abdya.
Rombongan peneliti dari BRIN dan UIN Ar-Raniry disambut oleh Manajer Bank Gala, Salman Syarif dan staf.
Tim peneliti BRIN yang terlibat adalah Ketua Tim, Wardiah Hamid, dan anggota Muhammad Dahlan, I Made Suarsana, Riadhus Sholihin, Dedy Sumardi, MAg, dan Yusrawati.
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi adat istiadat gala dan mawah sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis budaya di Aceh," ujar Ketua Tim Peneliti BRIN, Wardiah Hamid, kepada wartawan, Kamis (26/6/2025).
Baca juga: Agam Rinjani Dijuluki Netizen Brasil "Pahlawan", Berhasil Evakuasi Juliana dari Jurang 600 Meter
Ia menjelaskan, pengumpulan data lapangan dalam riset ini dilaksanakan selama 11 hari, mulai dari 18 hingga 28 Juni 2025.
"Penelitian ini, kita menyasar berbagai narasumber penting, termasuk Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Abdya, Manajer Bank Gala, kepala desa, tokoh adat, petani, Majelis Adat Aceh, serta pihak-pihak terkait lainnya," katanya.
Wardiah menjelaskan, penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yaitu mengkaji bentuk-bentuk gala dan mawah serta transformasinya agar dapat menjadi potensi keunggulan budaya di Aceh.
Selain itu, lanjutnya, menganalisis peranan tradisi gala dan mawah sebagai pilar ekonomi berbasis warisan budaya, dan merumuskan model pelestarian dan pemberdayaan tradisi ini yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Data awal yang berhasil dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa Gala dan Mawah sudah sejak lama dipraktikkan oleh masyarakat Abdya sehingga menjadi bagian dari tradisi," katanya.
Tradisi ini, sambung Wardiah, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ekonomi masyarakat, dibangun di atas prinsip dasar tolong-menolong dan gotong royong.
Baca juga: Pemerintah Bakal Tarik Pajak 0,5 Persen dari Pendapatan Toko Online, Kapan Mulai Diberlakukan?
Riset ini, sebutnya, juga menunjukkan bahwa program strategis pusat yaitu koperasi desa merah putih yang pembentukannya mendorong pemanfaatan potensi lokal secara maksimal dengan membentuk struktur ekonomi yang dikelola oleh dan masyarakat, dapat bertransformasi bergandeng tangan dan saling melengkapi dengan tradisi dan praktik gala dan mawah yang sudah berakar kuat di masyarakat Aceh sebagai pilar warisan budaya.
| Bupati Safaruddin Inspektur Upacara HUT Ke-24 Abdya: Terima Kasih Para Pendahulu |
|
|---|
| Kadus Hilang di Pegunungan Serah Panyang, Polres Abdya Terjunkan 3 Tim Sisir Gunung dan Sungai |
|
|---|
| Usaha Potong Ayam Gampong Pasar Terbakar, BPBK Abdya Sigap Padamkan Api |
|
|---|
| DPMPTSP Abdya Lakukan Monev Rutin Tiga Perusahaan Tambang |
|
|---|
| Dishub Abdya Akan Tata Lalulintas di Pusat Pasar Blangpidie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bank-gala-diteliti.jpg)