Selasa, 21 April 2026

Iran vs Israel

Ada Apa di Irak? Dua Pangkalan Militer Diserang Drone Kamikaze Saat Iran dan Israel Perang!

Serangan ini dinilai sebagai upaya terencana untuk melumpuhkan kemampuan pengawasan udara Irak di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Ansari Hasyim
Mehr News Agency
DRONE KAMIKAZER - Foto yang bersumber dari Mehr News Agency. Saat ini tengah panasnya konflik Iran-Israel, Irak mendadak jadi medan serangan drone kamikaze misterius! Siapa pelaku di balik serangan ini dan apa dampaknya bagi stabilitas kawasan? 

SERAMBINEWS.COM - Saat perhatian dunia tertuju pada konflik Iran dan Israel, Irak justru dikejutkan oleh serangan mendadak yang belum jelas pelakunya.

Dua pangkalan militer strategis di negara itu tiba-tiba diserang drone kamikaze. Siapa pelakunya? Dari mana asal drone tersebut? Hingga kini masih jadi misteri.

Serangan yang terjadi pada Selasa (24/6/2025), saat situasi kawasan Timur Tengah berada di titik didih.

Drone-drone kecil berkekuatan tinggi menghantam sistem radar di Kamp Taji, utara Baghdad, dan Pangkalan Imam Ali di Provinsi Dhi Qar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan parah terjadi pada fasilitas militer.

Menurut laporan yang dilansir dari AFP, juru bicara militer Perdana Menteri Irak, Sabah Al Numan, menyebut serangan ini sebagai tindakan pengecut yang sangat membahayakan stabilitas nasional.

Serangan ini muncul di tengah memuncaknya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda eskalasi konflik yang melibatkan berbagai kekuatan regional dan internasional. Pemerintah Irak pun langsung merespons dengan serius.

Mereka menyatakan bahwa serangan drone tersebut sangat berbahaya dan mengancam kedaulatan nasional.

“Serangan ini merupakan simbol tindakan pengecut dan sangat berbahaya,” ujar Numan seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Jika Diserang Lagi, Jenderal Iran Janjikan Bakal Percepat Kehancuran Zionis Israel dan AS

Kerusakan Peralatan Militer, Tidak Ada Korban Jiwa

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan serius terjadi pada sejumlah peralatan radar dan sistem komunikasi militer.

Serangan ini dinilai sebagai upaya terencana untuk melumpuhkan kemampuan pengawasan udara Irak di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Pasukan keamanan Irak berhasil menggagalkan serangan lanjutan terhadap empat lokasi militer tambahan di berbagai wilayah.

Sejumlah drone berhasil dijatuhkan sebelum mencapai target mereka. Investigasi awal menunjukkan bahwa drone yang digunakan merupakan jenis kecil namun berteknologi tinggi.

Pemerintah Irak Bentuk Tim Penyelidik Tingkat Tinggi

Melansir dari Kompas.com, hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Pemerintah Irak langsung membentuk komite tingkat tinggi yang bertugas menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga: Teheran Buru Warga Yahudi, AS Tangkapi Pendatang dari Iran

Tujuannya adalah untuk mengetahui siapa dalang di balik serangan, dari mana asal drone, serta motif yang melatarbelakanginya.

Mengutip laporan dari Al Jazeera, seorang pejabat keamanan senior Irak menyebut bahwa belum dapat dipastikan apakah drone itu diluncurkan dari dalam negeri atau berasal dari luar wilayah Irak.

Spekulasi: Israel dan AS Diduga Terlibat?

Sejumlah analis menduga bahwa serangan ini mungkin melibatkan aktor asing, termasuk kemungkinan keterlibatan Israel atau Amerika Serikat, meskipun belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan rudal ke markas militer Amerika Serikat di Qatar. Serangan Iran merupakan balasan atas dugaan serangan Israel terhadap fasilitas nuklirnya pekan lalu.

Setelah insiden tersebut, Israel menyatakan bersedia mempertimbangkan proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump, menurut laporan dari Reuters.

Situasi ini memicu spekulasi baru di Irak. Seorang sumber dari faksi milisi pro-Iran di Irak mengatakan kepada AFP bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan drone ini.

Baca juga: Jika Diserang Lagi, Jenderal Iran Janjikan Bakal Percepat Kehancuran Zionis Israel dan AS

Namun, sumber lain dari kelompok yang sama berspekulasi bahwa serangan tersebut mungkin dilakukan oleh Israel atau bahkan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi pengalihan konflik.

Irak Kembali Buka Wilayah Udara Setelah 12 Hari

Di tengah situasi yang semakin panas, Pemerintah Irak mengumumkan pembukaan kembali wilayah udaranya setelah ditutup selama 12 hari akibat kekhawatiran konflik regional meluas.

Penutupan sebelumnya dilakukan sebagai langkah pencegahan dari kemungkinan serangan lintas wilayah, khususnya antara Iran dan Israel.

Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya diplomatik untuk menenangkan situasi. Namun, serangan drone terbaru menunjukkan bahwa Irak tetap rentan menjadi medan konflik proksi antara kekuatan besar di kawasan tersebut.

Sebagai informasi Irak telah mengalami dekade penuh gejolak sejak invasi AS pada 2003, konflik sektarian, perang melawan ISIS, hingga intervensi asing.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi mulai membaik dengan adanya upaya rekonsiliasi nasional dan pembangunan kembali sektor-sektor penting.

Baca juga: Warga Iran Khawatir Netanyahu Ingin Jadikan Iran Seperti Libya, Irak dan Afghanistan

Namun, konflik Iran-Israel yang semakin meluas berpotensi kembali mengguncang stabilitas tersebut. Para pengamat menilai bahwa Irak harus segera mengambil langkah diplomatik yang kuat dan memperkuat pertahanan nasional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Serangan drone kamikaze ini menjadi sinyal serius bahwa Irak berada di titik rawan konflik regional. Di satu sisi, negara ini berusaha menjaga netralitas.

Namun di sisi lain, posisi geografis dan kedekatan dengan Iran membuat Irak mudah terseret dalam konflik proksi.

Pemerintah Irak kini dituntut untuk lebih aktif dalam diplomasi internasional serta memperkuat kerja sama keamanan dengan mitra strategis untuk melindungi wilayahnya dari ancaman eksternal.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan pemerintah Irak belum mengeluarkan kesimpulan resmi terkait asal atau pelaku serangan.

(Serambinews.com/Gina Zahrina)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved