Info Haji Aceh

Kepulangan Haji Kloter Pertama, Peluk Haru Sambut Kedatangan Jamaah Haji Aceh

Peluk haru mewarnai kedatangan para jamaah haji kloter pertama tersebut. Karena semua jamaah kloter pertama berasal dari Banda Aceh,

Editor: mufti
IST
SAMBUT JAMAAH - Wakil Gubernur Aceh H Fadhlullah SE, menyambut kepulangan jamaah haji Aceh di UPT Asrama Haji Aceh, Sabtu (28/06/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pesawat Garuda Indonesia yang membawa 392 jamaah haji Aceh kloter pertama mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (28/6/2025) pukul 06.36 WIB. Mereka lepas landas dari Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, tadi malam, Jumat (27/6/2025) sekira pukul 18.00 waktu Arab Saudi atau pukul 22.00 WIB.

Kloter pertama berangkat 393 orang, pulang 392 orang, satu jamaah meninggal dunia di Tanah Suci. Cut Nuraini (75), warga Ceurih Banda Aceh menemui pusaranya di Kota Mekkah. Almarhumah meninggal, Minggu (15/6/2025).

Peluk haru mewarnai kedatangan para jamaah haji kloter pertama tersebut. Karena semua jamaah kloter pertama berasal dari Banda Aceh, mereka langsung disambut oleh keluarga di Asrama Haji. Saat jamaah keluar dari gerbang gedung asrama sebagai batas akses, satu persatu jamaah disambut oleh pelukan dan cium oleh keluarga, anak hingga cucu. Mereka tampak menangis harus, karena nyaris sebulan lebih tidak bertatap.

Wahdiah Abdul Hamid (73), warga Mibo keluar dari asrama dengan kursi roda, karena ia kelelahan dengan perjalanan panjang Madinah-Aceh. Anak dan cucunya yang sudah menunggu langsung memeluknya yang bersimpuh di atas kursi roda. “Alhamdulillah saya sehat, cuma ini kelelahan saja,” ujarnya.

Sementara Sakdiah bin Muhammad Yusuf (90) juga terpancar wajah bahagia saat menunggu kedatangan cucu-cucunya di Asrama Haji. Jamaah yang berusia nyaris satu abad ini beruntung, meskipun berangkat sendiri dengan kursi roda, selama di Tanah Suci ia didampingi oleh anak tetangganya, Sukartini, sehingga tetap bisa beribadah dengan lancar. Ia mengaku selama di sana menjaga kesehatan. Ia pergi ke Masjidil Haram saat shalat Magrib dan Isya, sedangkan siang ia memilih tetap di hotel.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, mengharapkan proses pemulangan jamaah kali ini sama halnya seperti pemberangkatan, semua berjalan dengan lancar dan sesuai jadwal. "Untuk kepulangan mulai hari ini alhamdulillah tepat waktu, bahkan lebih cepat setengah jam. Dari rencana pukul 07.00 WIB, pukul 06.30 sudah mendarat. Alhamdulillah kita berharap 11 kloter lagi juga bisa tepat waktu," kata Azhari usai menyambut kepulangan para jamaah, Sabtu (28/6/2025).

Azhari tak menampik dinamika perjalanan haji memang masih ada kekurangan dan kendala. Akan tetapi, ia memastikan pelayanan terhadap jamaah selama di Tanah Suci adalah prioritas utama. "Memang ada kekurangan sana sini, namun secara umum berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. 

Azhari memberikan apresiasi dan berharap kepada seluruh panitia terlibat mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, dapat terus bekerja sama dengan baik, sehingga pelaksanaan ibadah haji ini berjalan lancar. "Terima kasih juga kepada Wagub (Wakil Gubernur) karena sudah bisa mendampingi jamaah Aceh selama berada di Arab Saudi," ungkapnya.

Wajib Masker

Terpisah, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ziad Batubara, mengingatkan keluarga yang menjemput jamaah haji untuk selalu mengenakan masker. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah ditemukannya beberapa kasus jamaah haji yang kembali ke Tanah Air dengan kondisi sakit, seperti influenza dan covid-19. 

"Saya ingatkan, keluarga yang menjemput jemaah diharapkan memakai masker," kata Ziad, Sabtu (28/6/2025).

Ziad menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah penanganan kesehatan untuk menyambut kepulangan jamaah haji asal Aceh. "Petugas kesehatan juga kita ditempatkan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang serta di Asrama Haji," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, menjelaskan setibanya di Asrama Haji, jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan administrasi sebelum proses pelepasan. Tim kesehatan juga telah disiagakan untuk menangani jamaah yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Jika ada jamaah yang memerlukan penanganan khusus, kami sudah menyiapkan ruang pemeriksaan. Bila diperlukan rujukan, mereka akan segera dirujuk ke RSUZA,” jelasnya.(mun/**)

 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved