Breaking News

Media Asing Soroti Tenggelamnya Kapal di Selat Bali, Telan Empat Korban Jiwa hingga Sentil Prabowo

Media internasional menyoroti insiden tenggelamnya kapal feri di Selat Bali, Indonesia, yang menewaskan empat orang dan menyebabkan puluhan lainnya

Editor: Nurul Hayati
KOMPAS.COM
Titik keberadaan terakhir KMP Tunu yang tenggelam di Selat Bali. Berikut kronologi tenggelamnya kapal (KOMPAS.COM/DOKUMENTASI warga) 

Media internasional menyoroti insiden tenggelamnya kapal feri di Selat Bali, Indonesia, yang menewaskan empat orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang.

SERAMBINEWS.COM - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan empat orang tewas dan 23 penumpang berhasil diselamatkan dari insiden tenggelamnya kapal feri di Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam.

Sebanyak 38 orang masih dinyatakan hilang.

Tim penyelamat menggunakan sembilan kapal, termasuk perahu karet dan kapal tunda, untuk mencari korban meski terkendala cuaca gelap dan ombak tinggi.

Media internasional menyoroti insiden tenggelamnya kapal feri di Selat Bali, Indonesia, yang menewaskan empat orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang.

Menurut Al Jazeera, kapal KMP Tunu Pratama Jaya membawa 65 orang saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Gilimanuk, Bali.

Kapal dilaporkan tenggelam hanya 25 menit setelah berlayar pada Rabu (2/7/2025) malam, di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi sekitar dua meter.

Sementara itu, The Guardian menulis bahwa banyak korban selamat ditemukan dalam kondisi lemah atau tidak sadarkan diri setelah berjam-jam terombang-ambing di laut.

Sebagian berhasil bertahan dengan sekoci penyelamat sebelum ditemukan pada Kamis pagi.

Baca juga: Kurang dari Satu Jam Berlayar, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Kronologinya

The Telegraph melaporkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang sedang berada di Arab Saudi, memerintahkan tanggapan darurat segera.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut penyebab sementara kecelakaan adalah “cuaca buruk”.

Feri di jalur Jawa–Bali biasanya membawa penumpang, kendaraan pribadi, dan logistik.

Perjalanan biasanya memakan waktu sekitar satu jam, namun kecelakaan laut kerap terjadi di Indonesia akibat standar keselamatan yang lemah, kelebihan muatan, dan kondisi cuaca ekstrem.

Sebagai perbandingan, pada Maret lalu sebuah kapal kecil yang membawa 16 orang terbalik di lepas pantai Bali menewaskan satu turis Australia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Media Asing Sorot Kapal Tenggelam di Selat Bali, 4 Orang Tewas dan Puluhan Hilang, 

Baca juga: Bukan Ilegal,Kapal Terdampar di Pulau Simeulue Cut Ternyata Milik Perusahaan Perikanan asal Jakarta

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved