Pra PORA 2025
Penonton Mengamuk, Wasit Bola Pra PORA 2025 Dilempar Pendukung Aceh Tamiang, Ini Sebabnya
Setidaknya ada dua insiden pelanggaran di kotak penalti Langsa, namun Mawardi memilih diam dan tetap melanjutkan pertandingan.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pertandingan sepak bola Pra PORA 2025 kembali ricuh setelah tuan rumah Aceh Tamiang dikalahkan Langsa 0-1, Kamis (3/7/2025).
Kericuhan ini langsung pecah ketika wasit Mawardi meniup peluit panjang tanda berkahir pertandingan.
Puluhan botol minum air mineral langsung menghujani wasit asal Aceh Barat itu sebagai bentuk protes.
Sang pengadil di lapangan dinilai berat sebelah dan terkesan memberi kemenangan untuk Langsa.
Setidaknya ada dua insiden pelanggaran di kotak penalti Langsa, namun Mawardi memilih diam dan tetap melanjutkan pertandingan.
Alhasil hujan lemparan pun mengarah ke tubuh Mawardi. Polisi terpaksa memayungi tubuh Mawardi menggunakan tameng hingga ke ruang ganti.
Sejak awal pertandingan Aceh Tamiang versus Langsa sudah berlangsung keras.
Sejumlah benturan memaksa pemain ditandu ke luar lapangan.
Puncaknya wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Aceh Tamiang setelah menabrak pemain Langsa hingga dirawat di pinggir lapangan.
Kartu merah ini sempat diprotes tim Aceh Tamiang karena menilai keputusan wasit berlebihan.
Kekalahan dramatis ini membuat posisi Aceh Tamiang melorot ke posisi dua klasemen akhir Grup D dengan nilai 6.
Dua kemenangan terdahulu seakan tak berguna karena Aceh Tamiang harus mengikuti play off untuk memastikan tiket ke PORA 2025.
Sementara Langsa yang sebelumnya kurang diperhitungkan justru melejit sebagai penguasa klasemen dan otomatis lolos ke Pra PORA 2025.
Sehari sebelumnya, pendukung Aceh Tamiang juga melempari pemain Aceh Timur.
Kemarahan pendukung tuan rumah ini diawali reaksi ofisial Aceh Timur yang mengejar wasit hingga ke ruang ganti.
Sejumlah ofisial juga sempat naik ke tribun mendatangi pendukung Aceh Tamiang sebelum akhirnya dilerai polisi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penonton-9ohkl.jpg)