Konflik Israel Vs Palestina
Geger! Hamas Menyusup ke Pasukan Intelijen Israel dengan Menyamar Jadi Cleaning Service
"Tender layanan pembersihan daring diajukan untuk salah satu fasilitas Unit 8200, yang ditemukan Hamas dan digunakan sebagai “jalur potensial”...
"Tender layanan pembersihan daring diajukan untuk salah satu fasilitas Unit 8200, yang ditemukan Hamas dan digunakan sebagai “jalur potensial” untuk mengakses instalasi tersebut," kata laporan tersebut
SERAMBINEWS.COM - Tentara Israel yang beroperasi di Gaza berhasil menangkap dokumen milik Hamas yang menunjukkan rencana untuk mengakses pangkalan Unit 8200, menggunakan kontrak layanan pembersihan, kata laporan media Israel Hayom dalam laporan terbaru dikutip Senin (7/7/2025).
IDF mengklaim rencana Hamas digambarkan sebagai “rencana yang diperhitungkan”.
"Tender layanan pembersihan daring diajukan untuk salah satu fasilitas Unit 8200, yang ditemukan Hamas dan digunakan sebagai “jalur potensial” untuk mengakses instalasi tersebut," kata laporan tersebut
Tender tersebut diposting setelah peristiwa 7 Oktober 2023, meskipun laporan tersebut tidak menyebutkan kapan.
"Setelah militer Israel menemukan rencana tersebut, tender layanan kebersihan ditunda dan militer mengeluarkan arahan untuk memperkuat protokol keamanan untuk publikasi militer di ruang internet publik," kata laporan tersebut.
Pasukan Israel (IDF) di Gaza mengungkap upaya Hamas untuk menyusup ke pangkalan Intelijen Militer Israel (Unit 8200).
Upaya Hamas itu menurut IDF dilakukan menggunakan tender jasa pembersihan alias cleaning service, demikian laporan media berbahasa Ibrani.
Unit 8200 adalah unit Intelijen Israel dari IDF yang bertanggung jawab atas operasi rahasia, pengumpulan intelijen sinyal elektronik, kontraintelijen, perang siber, intelijen militer, dan pengawasan.
Unit elite intelijen ini sering disamakan dengan Badan Keamanan Nasional (NSA) AS.
Baca juga: 28 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Sejak Serangan ke Gaza, Terungkap Pasukan Netanyahu Alami Trauma
Akui Kalah 15-0 dari Hamas
Soal serangan 7 Oktober 2023 Hamas, dalam pertemuan yang diadakan di pangkalan militer Palmachim, Israel Tengah, mantan komandan unit intelijen di ketentaraan Israel (IDF) Unit 8200, Yossi Sariel, mengakui tanggung jawab penuhnya atas kegagalan mencegah serangan Banjir Al-Aqsa.
Khaberni melaporkan, mengutip sumber media Israel Februari silam, rapat militer itu membahas investigasi atas kegagalan IDF dalam mencegah dan merespons serangan lintas batas faksi milisi perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 silam.
Dalam rapat, Yossi Sariel menekankan kalau dia memikul 100 persen tanggung jawab tersebut dan tidak ingin membaginya dengan siapa pun.
"Sariel menegaskan kalau peristiwa 7 Oktober bukan sekadar 'kecelakaan', tetapi "penyakit serius" yang telah menyebar di kalangan tentara Israel," tulis laporan tersebut.
Dia menjelaskan, hal terpenting adalah mengusut kegagalan mendasar militer Israel atas telaknya serangan ini, yang menurutnya selama ini belum dilakukan secara komprehensif dan tuntas.
Cleaning Service
menyusup
Hamas Menyusup ke Israel
Tentara IDF
tentara Israel
Hamas
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Spanyol dan Jerman Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Ini Alasannya |
|
|---|
| Momen Prabowo Berpidato Berapi-Api hingga 8 Kali Hentakan Meja di Sidang Umum PBB |
|
|---|
| Rudal Supersonik Palestine-2 Mengguncang Israel, Houthi Serang Bandara Utama di Tel Aviv |
|
|---|
| Ketegangan Meningkat, Aksi Pemukim Israel Serang Masjid Al-Aqsa |
|
|---|
| Blokade Israel Invansi Gaza, Houthi Tenggelamkan Kapal Eternity C di Laut Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petempur-Brigade-Al-Qassam-sayap-militer-Hamas-berbaris-di-lokasi-pembebasan-3-sandera-Israel.jpg)