Minggu, 19 April 2026

Pakde Gerayangi Keponakan

Polres Aceh Singkil Berikan Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Pelecehan 

Menurut AKBP Joko Triyono, pendampingan psikologis akan dilakukan melalui kerjasama dengan psikolog internal Polri maupun psikolog dari instansi lain.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Personel Polres Aceh Singkil, membawa tersangka pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, Senin (8/7/2025). 

Menurut AKBP Joko Triyono, pendampingan psikologis akan dilakukan melalui kerjasama dengan psikolog internal Polri maupun psikolog dari instansi lain.

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono, menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap anak korban pelecehan seksual. 

Pendampingan psikologis itu, sebagai upaya memulihkan trauma korban. 

Hal itu disampaikan Kapolres, saat konferensi pers penanganan kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan AHS (44) penduduk suatu desa di Kecamatan Gunung Meriah, kepada keponakannya, Senin (8/7/2025).

Menurut AKBP Joko Triyono, pendampingan psikologis akan dilakukan melalui kerjasama dengan psikolog internal Polri maupun psikolog dari instansi lain.

"Pendampingan psikologis kami akan melaksanakan," kata AKBP Joko Triyono di dampingi Wakapolres Kompol Tasmin, Kasat Reskrim AKP Darmi Arianto Manik dan Kasi Humas Iptu Eska Agustinus Simangunsong.

Sementara itu, tersangka AHS atas perbuatannya diancam hukuman 200 bulan kurungan, sesuai Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Joko Triyono,  menjelaskan kronologis peristiwa pelecehan seksual yang diduga dilakukan AHS.

Kronologis tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan polisi yang berhasil menangkap pelaku saat kabur ke wilayah Sumatera Utara. 

Menurut Kapolres, peristiwa tersebut terjadi pada 2 Juli 2025 pagi. 

Kala itu, korban diminta orang tuanya mengantar makanan acara akikah saudaranya ke rumah tersangka. 

Saat tiba, tersangka bukannya berterima kasih diantar makanan, justru malah menggerayangi tubuh korban.

Tak terima mendapat perlakuan tak senonoh, korban berontak dan lari ke rumah orang tuanya. 

Ayah korban yang menaruh curiga karena anaknya tak kunjung kembali ke acara akikah, lantas mencari ke rumah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved