Rabu, 22 April 2026

Berita Nasional

Kunker ke Jerman, Gus Yahya Perkuat Diplomasi Peradaban dan Konsolidasi Diaspora NU

“NU harus melakukan transformasi jam’iyah sebagai strategi adaptasi agar tetap survive dan relevan di mana pun dan kapan pun,” ujar Gus Yahya.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
KUNKER GUS YAHYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Berlin, Jerman selama tiga hari pada 6 hingga 9 Juli 2025. 

Laporan Khalidin Umar Barat 

SERAMBINEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Berlin, Jerman selama tiga hari pada 6 hingga 9 Juli 2025.

Dalam kunjungan ini, Gus Yahya didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, Penasihat Khusus Urusan Internasional, H Muhammad Kholil, serta dua staf pendamping.

Setibanya di Berlin, rombongan PBNU disambut hangat oleh jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman. 

Hadir dalam penyambutan tersebut, Rais Syuriyah PCINU Jerman, KH Syaeful Fatah, Ketua Tanfidziyah, Miftah El Azmi, serta sejumlah fungsionaris PCINU lainnya.

Agenda pertama kunjungan Gus Yahya adalah silaturrahim dengan warga NU di Jerman yang digelar pada Minggu siang, 6 Juli 2025, bertempat di Kantor PCINU Jerman, Turmstraße 18, Berlin. 

Sekitar 70 warga Nahdliyin dari berbagai daerah di Jerman hadir dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Yahya menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan adaptasi dalam menghadapi perubahan dunia yang bergerak sangat cepat.

“NU harus melakukan transformasi jam’iyah sebagai strategi adaptasi agar tetap survive dan relevan di mana pun dan kapan pun,” ujar Gus Yahya di hadapan warga NU Jerman.

Ia juga mengajak PCINU Jerman untuk lebih aktif memperjuangkan misi peradaban NU di kancah internasional. 

Disampaikannya, bahwa PBNU terus mengarusutamakan gagasan Islam untuk kemanusiaan (Humanitarian Islam) yang diharapkan dapat menjadi gerakan global bagi masa depan peradaban yang lebih bermartabat.

Dalam laporan yang disampaikan jajaran pengurus PCINU, disebutkan bahwa PCINU Jerman telah berdiri sejak 2010, dan diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman sebagai organisasi keagamaan.

 Saat ini, PCINU aktif menjalankan program kaderisasi, peningkatan kapasitas manajemen organisasi, serta pelayanan keagamaan seperti bimbingan ibadah dan literasi digital.

Sebagai langkah penguatan kelembagaan, PCINU Jerman kini tengah mempersiapkan pendirian NU Center yang diharapkan menjadi pusat dakwah, edukasi, dan pengembangan komunitas NU di Eropa.

Selain silaturahim dengan warga Nahdliyin, Gus Yahya juga mengadakan pertemuan strategis dengan sejumlah tokoh penting dari Jerman dan Uni Eropa. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved