Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional

Kunker ke Jerman, Gus Yahya Perkuat Diplomasi Peradaban dan Konsolidasi Diaspora NU

“NU harus melakukan transformasi jam’iyah sebagai strategi adaptasi agar tetap survive dan relevan di mana pun dan kapan pun,” ujar Gus Yahya.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
KUNKER GUS YAHYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Berlin, Jerman selama tiga hari pada 6 hingga 9 Juli 2025. 

Di antaranya:

• Thomas Rachel, Komisaris Pemerintah Federal untuk Kebebasan Beragama atau Keyakinan, dan salah satu simpul penting di lingkaran kebijakan Pemerintahan Kanselir Friedrich Merz;

 • Elmar Brok, politisi senior Uni Eropa dan mantan anggota Parlemen Eropa dengan masa bakti terlama;

 • Christian Kremer, tokoh politik Eropa yang dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Kanselir Merz.

Pertemuan-pertemuan ini menjadi bagian dari diplomasi kultural PBNU untuk memperkenalkan dan memperjuangkan nilai-nilai Islam Nusantara dan peradaban Islam yang damai, toleran, dan inklusif di panggung global.

Kunjungan ini menegaskan peran strategis PBNU dalam mendorong diplomasi peradaban berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Setelah sukses menyelenggarakan R20 pada 2022 dan Muktamar Internasional Fikih Peradaban pada 2023, PBNU terus memantapkan langkahnya sebagai aktor global dalam memperjuangkan masa depan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.

“Kita ingin NU bukan hanya hadir, tapi juga memimpin arus pemikiran dan kerja-kerja nyata untuk peradaban global,” pungkas Gus Yahya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved