Rabu, 3 Juni 2026

Profil dan Peran Riza Chalid Dalam Korupsi Pertamina Rp285 T, Beberapa Kali Terlibat Kasus Besar

Qohar menjelaskan, Riza membuat kesepakatan dengan beberapa tersangka dalam kasus korupsi Pertamina untuk menyewakan terminal bahan bakar minyak (BBM)

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Dok. Tribunnews.com/Istimewa
RUMAH DIGELEDAH - Riza Chalid, yang dijuluki raja minyak Indonesia ditetapkan sebagai tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi PT Pertamina yang merugikan negara mencapai Rp 285 Triliun. Ini profil dan perannya dalam kasus tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tersangka-tersangka baru dalam kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 285 triliun di tubuh Pertamina.

Pengusaha yang dijuluki sebagai 'Raja Minyak" di Indonesia, Mohammad Riza Chalid ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut.

Riza merupakan satu dari delapan tersangka yang diduga terlibat dalam korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang terjadi di PT Pertamina (Persero) dan subholding kontraktor kontrak kerja sama pada 2018-2023.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Abdul Qohar mengatakan, penetapan Riza sebagai tersangka baru setelah mangkir dari panggilan selama tiga kali berturut-turut.

Meski begitu, Kejagung belum melakukan penahanan terhadap Riza.

Sebab tersangka diduga masih berada di Singapura.

“Berdasarkan informasi, yang bersangkutan tidak tinggal di dalam negeri. Untuk itu, kami sudah kerja sama dengan perwakilan kejaksaan Indonesia, khususnya di Singapura, kami sudah ambil langkah-langkah karena informasinya ada di sana,” ujar Qohar di Gedung Kejagung, Jakarta dikutip dari Antara, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Kaya Raya dari Bisnis Minyak, Riza Chalid Kini Jadi Tersangka Korupsi, Segini Jumlah Kekayaannya

Peran Riza Chalid tersangka baru kasus korupsi Pertamina

Abdul Qohar mengungkap, ada 4 peran Riza Chalid dalam kasus korupsi Pertamina. Berikut daftarnya.

1. Menyewakan terminal BBM Tangki Merak

Kapasitas Riza Chalid dalam kasus dugaan korupsi di tubuh Pertamina sebagai Beneficial Owner PT Tangki Merak dan PT Orbit Terminal Merak.

Qohar menjelaskan, Riza membuat kesepakatan dengan beberapa tersangka dalam kasus korupsi Pertamina untuk menyewakan terminal bahan bakar minyak (BBM) Tangki Merak.

Tersangka yang bersepakat dengan Riza, yakni Vice President Supply dan Distribusi Kantor Pusat PT Pertamina tahun 2011-2015 Alfian Nasution (AN), Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina tahun 2014 Hanung Budya (HB), dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak dan juga Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara, Gading Ramadhan Joedo (GRJ).

GRJ telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama pada Februari 2025.

Sementara itu, AN dan HB baru ditetapkan sebagai tersangka baru korupsi Pertamina pada Kamis (10/7/2025).

“Melakukan perbuatan secara bersama-sama dengan tersangka HB, AN dan GRJ secara melawan hukum untuk menyepakati penyewaan Terminal BBM Tangki Merak,” ujar Qohar di Gedung Kejagung, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Riza Chalid, “Raja Minyak” yang Rugikan Negara Rp193 Triliun, Kini Buron di Singapura

2. Intervensi Pertamina

Lebih lanjut Qohar menjelaskan, bersama dengan HB, AN dan GRJ, Riza diduga telah melakukan intervensi kebijakan tata kelola PT Pertamina dalam melakukan kesepakatan penyewaan Terminal BBM Tangki Merak.

Para tersangka memasukkan rencana kerja sama penyewaan terminal BBM Tangki Merak.

Padahal Pertamina belum membutuhkan tambahan penyimpanan stok BBM.

"Dengan melakukan intervensi kebijakan tata kelola PT Pertamina berupa memasukkan rencana kerja sama penyewaan terminal BBM Merak yang pada saat itu PT Pertamina belum memerlukan tambahan penyimpanan stok BBM," terang Qohar.

3. Menghilangkan skema kepemilikan aset

Tak hanya itu, Qohar menyebut, Riza bersama tersangka lainnya juga diduga menghilangkan skema kepemilikan aset Terminal BBM Tangki Merak.

Penghilangan aset tersebut dilakukan dalam kontrak kerja sama.

Selain itu, RIza juga diduga menetapkan harga kontrak yang tinggi.

4. Rumah Riza Chalid jadi kantor para tersangka

Peran lain dari Riza dalam kasus korupsi di PT Pertamina ialah menjadikan rumahnya sebagai kantor para tersangka dalam kasus ini.

Kejagung sendiri sudah melakukan penggeledahan terhadap rumah Riza yang berada di Jalan Jenggala 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penggeledahan dilakukan selama dua hari, dimulai sejak Selasa (25/2/2025) hingga Rabu (26/2/2025).

"Jadi, rumah Pak Riza Chalid kan sekarang jadi kantor, di mana para tersangka dari tiga orang kemarin dari pengusaha itu berkantornya di sana, sehingga kita geledah," jelas Qohar dikutip dari Kompas.com, Kamis (27/2/2025).

RUMAH RIZA CHALID - Situasi rumah pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025) usai digeledah tim jaksa penyidik Kejaksaan Agung. Penggeledahan dilakukan di rumah tersebut untuk pencarian barang bukti kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Tbk, dengan tersangka Muhammad Kerry Andrianto Riza, yang juga anak dari Riza Chalid. (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)
RUMAH RIZA CHALID - Situasi rumah pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025) usai digeledah tim jaksa penyidik Kejaksaan Agung. Penggeledahan dilakukan di rumah tersebut untuk pencarian barang bukti kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Tbk, dengan tersangka Muhammad Kerry Andrianto Riza, yang juga anak dari Riza Chalid. (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami) ()

Lalu, siapa sebenarnya sosok Riza Chalid ?

Baca juga: Kejagung Ungkap 7 Penyimpangan Riza Chalid cs Dalam Perkara Tata Kelola Minyak Mentah

Profil Riza Chalid

Riza Chalid dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang ritel mode, industri minuman hingga perkebunan sawit.

Selain itu, ia juga memiliki bisnis di sektor miyak dan gas bumi (oil and gas), khususnya yang bergerak di bidang perdagangan minyak bumi.

Riza Chalid (lingkaran hijau) sempat heboh karena muncul dalam kuliah umum beberapa waktu lalu. (Twitter @panca66)
Riza Chalid (lingkaran hijau) sempat heboh karena muncul dalam kuliah umum beberapa waktu lalu. (Twitter @panca66) ()

Di sektor ini, ia memiliki sejumlah perusahaan yang berbasis di Singapura.

Diantaranya Supreme Energy, Paramount Petroleum, Straits Oil dan Cosmic Petroleum.

Dominasi Riza di sektor impor minyak membuat sosoknya dijuluki sebagai Raja Minyak atau the gasoline godfather. 

Sosok tertutup tapi punya jaringan luas

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (10/7/2025), Mohammad Riza Chalid lahir pada 1960. 

Ia menikahi Roestriana Adrianti (Uchu) pada 1985, namun bercerai pada 2012. 

Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai dua anak, Muhammad Kerry Adrianto dan Kenesa Ilona Rina.

Kerry sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Pertamina pada Februari 2025.

Profil Riza Chalid memang jarang terekspos ke publik. 

Ia dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup, namun namanya cukup dikenal di kalangan elite bisnis, khususnya dalam industri perdagangan minyak. 

Meski kerap menetap di Singapura, Riza memiliki jaringan bisnis yang luas di Indonesia.

Berdasarkan laporan Antara, Rabu (26/2/2025), Riza aktif dalam bisnis impor minyak melalui Pertamina Energy Trading Limited (Petral).

Pertal sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina yang berbasis di Singapura dan berperan dalam pengadaan minyak mentah.

Lewat perusahaannya, Global Energy Resources, Riza disebut sebagai pemasok terbesar minyak ke Petral. 

Ia juga mengendalikan perusahaan bernama Gold Manor, yang pernah terseret dalam kasus dugaan korupsi tender impor minyak Zatapi pada 2008.

Antara melaporkan bahwa bisnis Riza mampu menghasilkan 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 486 triliun (asumsi kurs: Rp 16.216) per tahun.

Baca juga: Kejagung Akan Dalami Peran Riza Chalid dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina Niaga

Kekayaan Riza diperkirakan mencapai 415 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,7 triliun.

Jumlah kekayaan tersebut menempatkan Riza sebagai orang terkaya ke-88 dalam peringkat Globe Asia pada 2015.

Jejak skandal dan kontroversial Riza Chalid

Selain korupsi Pertamina, nama Riza juga pernah terseret dalam beberapa kasus besar.

Pada 1997, Riza pernah mewakili PT Dwipangga Sakti Prima untuk membeli pesawat Sukhoi di Rusia.

PT Dwipangga Sakti Prima adalah perusahaan milik Mamiek Soeharto dan Bambang Trihatmodjo.

Perusahaan tersebut pernah terjerat skandal mark-up pengadaan pesawat Hercules pada 1996. Riza Chalid diduga terlibat dalam kasus ini.

Nama Riza Chalid juga pernah mencuat dalam kasus “Papa Minta Saham” pada 2015. 

Skandal ini menyeret Ketua DPR saat itu, Setya Novanto.

Dalam rekaman percakapan yang dipublikasikan ke publik, Riza tampak terlibat dalam pembicaraan dengan Novanto dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Diberitakan Antara, ketiganya diduga membahas pembagian saham Freeport untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta strategi menjelang Pemilu 2019.

Kasus ini viral karena dianggap menyerupai skema penipuan "Mama Minta Pulsa", hingga publik menjulukinya "Papa Minta Saham".

Meski tak dijerat hukum dalam kasus ini, keterlibatan Riza Chalid memicu polemik luas.

Bahkan, Kapolri saat itu, Badrodin Haiti, menyebut adanya indikasi pemufakatan jahat, meski penyelidikan belum ditindaklanjuti karena menunggu hasil sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Tak hanya itu, Riza Chalid juga disebut terlibat dalam perkara 2018 yang berkaitan dengan upaya menghalangi penyidikan suap mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

Ground staff maskapai Air Asia kala itu mengaku diminta oleh sekretaris Riza Chalid untuk membantu Eddy Sindoro melewati Bandara Soekarno-Hatta tanpa pemeriksaan imigrasi.

Selain itu, ia juga pernah terseret kasus eks Ketua DPR Setya Novanto terkait polemik perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia.

Tak hanya dalam bidang bisnis, sejumlah kontroversi Riza Chalid juga ditemukan dalam dunia politik. 

Ia disebut-sebut pernah menjadi pendukung dan penyokong dana kampanye Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Baca juga: Sosok Riza Chalid, Si Raja Minyak Indonesia, Rumahnya Digeledah Penyidik Kejaksaan Agung

Dugaan lainnya adalah Riza terlibat dalam pendanaan tabloid kontroversial Obor Rakyat dan membeli Rumah Polonia yang dijadikan markas tim pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa ketika Pilpres.T

Tak hanya di Indonesia, nama Riza juga mencuat di Malaysia.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/8/2023), ia dilaporkan bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang memicu spekulasi publik Negeri Jiran terkait bisnis tambang mineral rare earth (REE) di Kedah.

Namun, kabar ini langsung dibantah oleh Anwar yang menyebut pertemuan dilakukan atas undangan Sultan Kedah.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved