Sabtu, 18 April 2026

Video

VIDEO Partai Ultra-Ortodoks Tinggalkan Netanyahu, RUU Wajib Militer Jadi Pemicu

Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.

Editor: Fadia Azzahara

SERAMBINEWS.COM -  Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.

Keputusan ini dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam menyusun rancangan undang-undang yang mengecualikan siswa yeshiva dari wajib militer. 

Penarikan diri UTJ, yang merupakan representasi aliran Yahudi Haredi, berpotensi memperdalam krisis politik di Israel dan menyoroti perpecahan dalam isu wajib militer.

Juru bicara pemimpin spiritual fraksi Degel Hatorah, Rabbi Dov Lando, menyatakan bahwa mundurnya anggota Knesset dari Degel Hatorah (salah satu faksi di UTJ) adalah sesuai dengan instruksi rabi mereka. 

Baca juga: VIDEO - Jenderal IDF & Menteri Israel Saling Serang saat Bahas Pemindahan Paksa Warga Gaza

Setelah pengumuman ini, enam dari tujuh anggota UTJ yang tersisa di Knesset dilaporkan telah mengajukan surat pengunduran diri, menambah daftar tujuh anggota UTJ lain yang telah meninggalkan pemerintahan sebelumnya. 

Ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam dan berkelanjutan dari kelompok Ultra-Ortodoks terhadap kebijakan pertahanan Israel.

Isu pengecualian siswa yeshiva dari wajib militer selalu menjadi titik konflik yang sensitif di Israel, dengan banyak kalangan Ultra-Ortodoks menganggap studi agama lebih utama dan esensial daripada dinas militer. 

Mundurnya UTJ dari koalisi menimbulkan pertanyaan serius tentang stabilitas pemerintahan Netanyahu dan kemampuannya untuk meloloskan legislasi penting. 

Perkembangan ini tidak hanya akan memicu negosiasi ulang koalisi yang intens, tetapi juga dapat membuka pelu

Baca juga: VIDEO Trump Murka Netanyahu Membandel! AS Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Sweida Suriah

 -  Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.

Keputusan ini dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam menyusun rancangan undang-undang yang mengecualikan siswa yeshiva dari wajib militer. 

Penarikan diri UTJ, yang merupakan representasi aliran Yahudi Haredi, berpotensi memperdalam krisis politik di Israel dan menyoroti perpecahan dalam isu wajib militer.

Juru bicara pemimpin spiritual fraksi Degel Hatorah, Rabbi Dov Lando, menyatakan bahwa mundurnya anggota Knesset dari Degel Hatorah (salah satu faksi di UTJ) adalah sesuai dengan instruksi rabi mereka. 

Baca juga: VIDEO Trump Murka Netanyahu Membandel! AS Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Sweida Suriah

Setelah pengumuman ini, enam dari tujuh anggota UTJ yang tersisa di Knesset dilaporkan telah mengajukan surat pengunduran diri, menambah daftar tujuh anggota UTJ lain yang telah meninggalkan pemerintahan sebelumnya. 

Ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam dan berkelanjutan dari kelompok Ultra-Ortodoks terhadap kebijakan pertahanan Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved