Video
VIDEO Partai Ultra-Ortodoks Tinggalkan Netanyahu, RUU Wajib Militer Jadi Pemicu
Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.
SERAMBINEWS.COM - Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.
Keputusan ini dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam menyusun rancangan undang-undang yang mengecualikan siswa yeshiva dari wajib militer.
Penarikan diri UTJ, yang merupakan representasi aliran Yahudi Haredi, berpotensi memperdalam krisis politik di Israel dan menyoroti perpecahan dalam isu wajib militer.
Juru bicara pemimpin spiritual fraksi Degel Hatorah, Rabbi Dov Lando, menyatakan bahwa mundurnya anggota Knesset dari Degel Hatorah (salah satu faksi di UTJ) adalah sesuai dengan instruksi rabi mereka.
Baca juga: VIDEO - Jenderal IDF & Menteri Israel Saling Serang saat Bahas Pemindahan Paksa Warga Gaza
Setelah pengumuman ini, enam dari tujuh anggota UTJ yang tersisa di Knesset dilaporkan telah mengajukan surat pengunduran diri, menambah daftar tujuh anggota UTJ lain yang telah meninggalkan pemerintahan sebelumnya.
Ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam dan berkelanjutan dari kelompok Ultra-Ortodoks terhadap kebijakan pertahanan Israel.
Isu pengecualian siswa yeshiva dari wajib militer selalu menjadi titik konflik yang sensitif di Israel, dengan banyak kalangan Ultra-Ortodoks menganggap studi agama lebih utama dan esensial daripada dinas militer.
Mundurnya UTJ dari koalisi menimbulkan pertanyaan serius tentang stabilitas pemerintahan Netanyahu dan kemampuannya untuk meloloskan legislasi penting.
Perkembangan ini tidak hanya akan memicu negosiasi ulang koalisi yang intens, tetapi juga dapat membuka pelu
Baca juga: VIDEO Trump Murka Netanyahu Membandel! AS Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Sweida Suriah
- Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menghadapi gejolak setelah partai Ultra-Ortodoks, United Torah Judaism (UTJ), secara resmi menarik diri pada Senin, 14 Juli.
Keputusan ini dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam menyusun rancangan undang-undang yang mengecualikan siswa yeshiva dari wajib militer.
Penarikan diri UTJ, yang merupakan representasi aliran Yahudi Haredi, berpotensi memperdalam krisis politik di Israel dan menyoroti perpecahan dalam isu wajib militer.
Juru bicara pemimpin spiritual fraksi Degel Hatorah, Rabbi Dov Lando, menyatakan bahwa mundurnya anggota Knesset dari Degel Hatorah (salah satu faksi di UTJ) adalah sesuai dengan instruksi rabi mereka.
Baca juga: VIDEO Trump Murka Netanyahu Membandel! AS Desak Israel Hentikan Serangan Udara di Sweida Suriah
Setelah pengumuman ini, enam dari tujuh anggota UTJ yang tersisa di Knesset dilaporkan telah mengajukan surat pengunduran diri, menambah daftar tujuh anggota UTJ lain yang telah meninggalkan pemerintahan sebelumnya.
Ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam dan berkelanjutan dari kelompok Ultra-Ortodoks terhadap kebijakan pertahanan Israel.
| VIDEO Penemuan Bunga Bangkai di Objek Wisata Kolam Ratu Lembong Subulussalam Timur |
|
|---|
| VIDEO China Soroti Isu Wilayah Udara Indonesia Bebas Diakses Militer AS |
|
|---|
| VIDEO Negara Teluk Anggap Iran Musuh Utama Dibanding Israel |
|
|---|
| VIDEO Houthi Sebut AS Gagal Gulingkan Pemerintah Iran hingga Puluhan Pesawat Hancur |
|
|---|
| VIDEO SAKSI KATA - Data Bermasalah, Korban Banjir Peusangan Banyak Masuk TMK dan Belum Terdaftar |
|
|---|