Jumat, 5 Juni 2026

Video

VIDEO SAKSI KATA - Data Bermasalah, Korban Banjir Peusangan Banyak Masuk TMK dan Belum Terdaftar

Bencana tersebut menyebabkan banyak rumah warga hilang tersapu arus, sementara ribuan lainnya mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. 

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Banjir besar yang melanda Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada akhir November 2025 menyisakan dampak yang masih dirasakan hingga kini. Dari total 69 desa, sebanyak 63 desa dilaporkan terdampak, dengan delapan desa di antaranya mengalami kerusakan paling parah.

Bencana tersebut menyebabkan banyak rumah warga hilang tersapu arus, sementara ribuan lainnya mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. 

Hingga pertengahan April 2026, kondisi di sejumlah wilayah masih memprihatinkan. Lumpur sisa banjir masih menumpuk di sekitar permukiman warga dan belum sepenuhnya dapat dibersihkan.

Para korban yang kehilangan tempat tinggal maupun yang rumahnya rusak berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (Huntap) agar mereka bisa kembali hidup layak. Selain itu, mereka juga meminta adanya kejelasan terkait pendataan ulang korban.

Camat Peusangan, Alfian S.Sos, menyampaikan bahwa saat ini masih banyak warga terdampak yang belum terakomodasi secara tepat dalam data bantuan

Ia mengungkapkan adanya sejumlah korban yang justru masuk dalam kategori Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), sementara di sisi lain masih ada warga yang belum terdata sama sekali.

Menurut Alfian, kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pendataan ulang yang lebih akurat dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa keakuratan data sangat penting agar bantuan dapat tepat sasaran dan seluruh korban banjir mendapatkan haknya.

Ia juga mengenang situasi saat banjir terjadi, di mana proses evakuasi dan penanganan pengungsi berlangsung dalam kondisi darurat dengan segala keterbatasan. 

Kini, harapan besar masyarakat tertuju pada percepatan penanganan pascabencana, termasuk pembangunan hunian tetap dan pemulihan lingkungan yang terdampak.

Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret agar para korban banjir di Peusangan tidak terus berlarut dalam kondisi sulit. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved