Laptop Chromebook di Aceh
Kepala SMPN 2 Banda Aceh Akui Chromebook Bantuan Bermanfaat, tapi Harus Pakai Internet
Kepala SMP Negeri 2 Banda Aceh, Arlis, mengakui bahwa chromebook bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran di...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – SMP Negeri 2 Banda Aceh menerima sebanyak 15 unit bantuan chromebook dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristi) era Nadiem Makarim.
Namun, sejak diterima pada tahun 2020, satu dari 15 chromebook tersebut sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Kepala SMP Negeri 2 Banda Aceh, Arlis, mengakui bahwa chromebook bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran di sekolahnya. Namun, kata dia, perangkat tersebut hanya bisa diakses saat terhubung dengan internet saja.
“Kita kalau di sekolah lebih banyak menggunakan lab komputer, sebab chromebook ini tidak bisa offline dia dan unitnya terbatas. Jadi ketika chromebook ini kita bawa ke ruang kelas yang belum ada jaringan atau wifi itu tidak bisa digunakan. Itu lah jadi hambatan,” kata Arlis saat kepada Serambinews.com, Jumat (18/7/2025).
Arlis mengaku, pada saat dibagikan chromebook tersebut dinyatakan bisa diakses secara offline layaknya laptop pada umumnya. Namun, setelah mencoba berbagai cara pihaknya tetap tidak bisa mengaksesnya secara offline
“Memang dulunya dia bilang bisa offline. Ternyata sudah kami coba-coba saya bawa pulang ke rumah, tidak bisa juga. Jadi sistem membuat file dia tetap online dan editnya tetap online. Misalnya ada data Microsoft Word lah, jenis surat misalnya kita buat secara online, itu editingnya tidak bisa secara offline,” jelasnya.
Kendati demikian, Arlis juga mengakui bahwa chromebook bantuan tersebut cukup bermanfaat untuk membantu proses pembelajaran.
Menurutnya fitur-fitur dan item yang ada di chromebook tersebut sudah sangat terfilter sehingga siswa tidak bisa sembarangan mengakses fitur seperti di laptop biasa. Hal ini dinilai bisa membuat siswa lebih fokus belajar.
“Artinya anak-anak ini tidak buka situs-situs yang tidak kita inginkan. Sudah terfilter saya lihat itu memang. Karena kita menggunakan bukan akun Google pribadi, tapi akun Google ID belajar. Kalau kita pakai akun pribadi tidak bisa terbuka Chromebooknya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Arlis juga menilai bahwa chromebook bantuan ini sudah sangat bagus jika dilihat dari spesifikasinya. “Dari sisi speknya memang paling cepat. Yang dikasih ke kami kemarin merknya Acer. Saya lihat memang tidak bermasalah sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arlis menambahkan, bahwa pihaknya kini mengaku kesulitan untuk memperbaiki satu unit chromebook yang sudah rusak. Alhasil unit yang rusak langsung jadi barang rongsokan.
“Satu sudah rusak tidak bisa lagi terbuka LCD-nya. Begitu kita bawa ke service center Acer di Banda Aceh mereka bilang enggak bisa diperbaiki chromebooknya. Itu juga kesulitan kita,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-chromebook-bantuan-di-SMP-Negeri-2-BNA.jpg)