Aceh Barat

Aceh Barat Termasuk Daerah Tercepat Pembentukan Koperasi Merah Putih, Ini Kata Bupati

Pembentukan tim ini merupakan bagian dari upaya serius untuk memastikan koperasi-koperasi tersebut berjalan aktif...

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP saat ditanyai wartawan. Aceh Barat Termasuk Daerah Tercepat Pembentukan Koperasi Merah Putih, Ini Kata Bupati. 

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan membentuk tim khusus guna mendorong kemajuan 321 unit Koperasi Merah Putih (Kopdes) yang telah terbentuk di seluruh desa dalam wilayah tersebut.

Pembentukan tim ini merupakan bagian dari upaya serius untuk memastikan koperasi-koperasi tersebut berjalan aktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (21/7/2025), menyampaikan bahwa seluruh koperasi sudah rampung dibentuk, lengkap dengan badan hukum dan struktur kepengurusannya di masing-masing desa.

"Kita tidak ingin main-main dengan program ini, karena ini adalah atensi Presiden. Jadi harus berhasil," tegas Tarmizi.

Aceh Barat tercatat menjadi salah satu kabupaten tercepat dalam pembentukan Kopdes, dan bahkan meraih penghargaan 10 besar dari Pemerintah Provinsi Aceh atas capaian tersebut.

Dari total 321 koperasi yang telah terbentuk Aceh Barat, maka jika 50 persen saja diantaranya nanti bisa sukses, maka sudah masuk salah satu capaian yang sangat luar biasa nantinya apa lagi jika semuanya dapat menunjukkan aktivitas operasional yang berjalan dengan baik.

"Jika 50 persen saja sudah aktif, itu sudah capaian yang sangat luar biasa besar, apalagi jika dapat berjalan dengan baik. Tapi target kita semua koperasi bisa berjalan sesuai potensi desa masing-masing," ujarnya.

Menariknya, Aceh Barat tidak menggunakan dana desa untuk pembentukan badan hukum koperasi, melainkan memanfaatkan dana APBK. Masing-masing desa mendapatkan stimulus sebesar Rp 2,5 juta untuk keperluan legalitas koperasi melalui notaris.

"Kami ingin percepatan, jadi dana desa tidak dipakai. Kita gunakan APBK, meskipun jumlahnya kecil tapi sangat bermanfaat untuk desa," jelas Bupati.

Bupati menekankan pentingnya inovasi dalam mengembangkan Kopdes. la menyebutkan, koperasi bisa digerakkan dengan berbagai unit usaha sesuai potensi desa, seperti membuka gerai LPG, apotek, atau usaha mikro lainnya.

Untuk itu, tim khusus akan dibentuk di tingkat kabupaten guna memberikan ide- ide, pembinaan, dan stimulus yang tepat agar koperasi tidak hanya berdiri di atas kertas, tetapi juga bergerak secara nyata dan mandiri.

"Yang melaksanakan koperasi harus punya ide. Tim khusus ini akan bantu lahirkan ide-ide kreatif dan relevan dengan kebutuhan desa," sebutnya.

Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu atensi khusus dari Presiden Republik Indonesia dalam penguatan ekonomi desa berbasis koperasi. Karena itu, keberhasilan Aceh Barat dalam mendorong operasional koperasi menjadi indikator penting dalam mendukung program strategis nasional di daerah.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved