Rabu, 22 April 2026

Konflik Israel vs Iran

Dicurigai Jadi Mata-mata Israel, Ribuan Warga Afghanistan Diusir dari Iran

Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran dalam gelombang deportasi massal menyusul tuduhan sebagai mata-mata Israel.

|
Editor: Nurul Hayati
Foto: Bulan Sabit Merah Iran/Zuma Press Wire/Rex/Shutterstock
ILUSTRASI - Para pengungsi Afghanistan berkumpul di perbatasan Iran-Afghanistan di Provinsi Sistan dan Baluchistan saat mereka mencoba memasuki Republik Islam tersebut. 

Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran dalam gelombang deportasi massal menyusul tuduhan sebagai mata-mata Israel.

SERAMBINEWS.COM - Setidaknya ada sekitar 30.000 hingga 50.000 orang telah dipulangkan secara mendadak ke Afghanistan, menurut laporan data dari lembaga bantuan internasional.

Mengutip laporan The Guardian, banyak pengungsi yang didepak dari Iran adalah generasi kedua yang tak pernah mengenal Afghanistan.

Beberapa di antara mereka bahkan tidak membawa uang sepeser pun.

Upah kerja di Iran tak dibayar. 

Mereka tiba dengan pakaian di badan dan kartu SIM Iran yang tak lagi bisa digunakan di wilayah baru.

Ribuan warga Afghanistan diusir dari Iran dalam gelombang deportasi massal menyusul tuduhan sebagai mata-mata Israel.

Baca juga: Israel Tembaki Pencari Bantuan hingga 80 Warga Gaza Tewas, WFP: Hari Paling Mematikan Selama Perang

Pengusiran ini dilakukan pemerintah Iran usai mencurigai sejumlah warga asing, termasuk imigran dan pekerja Afghanistan, berperan sebagai agen atau simpatisan Israel.

Meski sebagian besar korban mengaku tidak memiliki keterkaitan apapun dengan urusan politik atau militer.

Namun hal tersebut tak membuat paranoia Iran terhadap mata-mata bisa dilepaskan, alasan itu yang mendorong pemerintah bersikap agresif dengan mendepak imigran asal Afganistan

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun menggenggam erat bonekanya.

“Dia orang Iran. Sekarang aku pengungsi dan dia juga harus jadi pengungsi,” katanya polos.

Ada pula sepasang suami istri yang memegang selimut, melindungi empat anak mereka dari terik matahari.

Mereka telah melakukan itu berjam-jam, dengan badan yang basah oleh keringat.

Anak-anak mereka berpegangan satu sama lain, menatap dengan waspada dan takut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved