Rabu, 22 April 2026

Biadab, Militer Israel Tangkap dan Telanjangi Staf WHO di Gaza

Menurut pernyataan resmi WHO pada Selasa pagi, akomodasi staf diserang sebanyak tiga kali, termasuk melalui serangan udara.

Editor: Yocerizal
Thumnail Youtube
ISRAEL SERANG KEDIAMAN STAF WHO - Militer Israel, Senin (21/7/2025), menyerang kediaman staf dan gudang utama WHO di kota Deir al-Balah, Jalur Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan militer Israel yang menargetkan kediaman staf dan gudang utama organisasi tersebut di kota Deir al-Balah, Jalur Gaza. 

Serangan yang terjadi pada hari Senin (21/7/2025) itu telah menyebabkan kebakaran hebat dan kerusakan berat, serta membahayakan nyawa staf dan anggota keluarga mereka, termasuk anak-anak.

Menurut pernyataan resmi WHO pada Selasa pagi, akomodasi staf diserang sebanyak tiga kali, termasuk melalui serangan udara. 

“Pasukan militer Israel memasuki kediaman tersebut dan memaksa perempuan dan anak-anak berjalan menuju wilayah Al-Mawsaa di tengah pertempuran,” bunyi pernyataan tersebut. 

"Staf pria dan anggota keluarga mereka juga diborgol, ditelanjangi, diinterogasi di lokasi, dan digeledah dengan todongan senjata," tambah pernyataan WHO.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan pembebasan segera terhadap karyawan yang ditahan dan menekankan pentingnya perlindungan bagi seluruh staf WHO yang masih berada di wilayah konflik. 

Meskipun fasilitas WHO mengalami kerusakan, organisasi tersebut berkomitmen untuk tetap menjalankan operasinya dan memperluas cakupan bantuan kesehatan di Gaza.

Baca juga: Berlibur di Tomorrowland, Dua Tentara Israel Ditangkap Polisi Belgia atas Kejahatan Perang di Gaza

Baca juga: Ini yang Pertama Kali Dilihat Pria Saat Lihat Wanita, Bukan Wajah? dr Boyke : Penelitian Membutikan!

Deir al-Balah menjadi salah satu wilayah yang padat dengan warga pengungsi akibat eskalasi konflik selama lebih dari 21 bulan. 

Serang Rumah Penduduk dan Masjid

Pada hari yang sama, tank-tank Israel untuk pertama kalinya memasuki wilayah selatan dan timur kota tersebut yang diduga sebagai lokasi penyanderaan oleh kelompok Hamas. 

Penembakan dari tank mengenai rumah penduduk dan masjid, menewaskan sedikitnya tiga orang Palestina dan melukai beberapa lainnya, menurut laporan medis lokal.

Di bagian utara Gaza, penembakan tank ke kamp tenda pengungsi di dekat Kamp Shati dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya.

WHO juga melaporkan bahwa gudang utama mereka mengalami kerusakan serius akibat ledakan dan kebakaran dalam serangan sebelumnya pada hari Minggu. 

Di tengah memburuknya situasi, WHO menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza “benar-benar runtuh,” dengan krisis bahan bakar, alat medis, dan tingginya korban jiwa akibat keterbatasan layanan rujukan.

Baca juga: Niat Pesan Wanita Penghibur di Hotel, Pria Ini Syok karena yang Datang Istrinya

Baca juga: Mereka Bilang Waktu di Gaza Terbuat dari Darah, tapi Sekarang, Darah, Air mata, dan Kelaparan

Pada hari Senin, Inggris bersama lebih dari 20 negara lainnya menyerukan penghentian segera konflik serta mengkritik cara distribusi bantuan kemanusiaan oleh pemerintah Israel, yang menurut mereka berkontribusi pada tewasnya ratusan warga Palestina di titik-titik pembagian logistik.

Konflik yang dimulai sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 59.000 warga Palestina tewas, dan mayoritas penduduk Gaza kini mengungsi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved