Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Harga Beli TBS Kelapa Sawit di Abdya Murah di Tengah Tingginya CPO

dua pabrik yang beroperasi di Kabupaten Abdya saat ini bahkan tidak memiliki kebun inti sendiri, sehingga seluruh pasokan sawit dari kebun petani

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Barat Daya (Abdya), Muazam 

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Barat Daya (Abdya), Muazam, menyebutkan ditengah tingginya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar lelang nasional, harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli oleh pabrik kelapa sawit kepada petani di kabupaten setempat masih rendah.

“Sekarang harga CPO tembus diangka Rp 14.666 per kilogram di lelang KPBN untuk Franco Belawan dan Dumai. Seharusnya, harga pembelian TBS petani sudah berada di atas Rp 3.000 per kilogram,” kata Muazam kepada wartawan,Rabu (23/7/2025).

Muazam menyebutkan, harga pembelian TBS oleh PT Samira dan sejumlah pabrik lainnya di Abdya masih berkisar Rp 2.660 kilogram, meski Berat Jenjang Rendah (BJR) sudah di atas 6 kilogram. 

“Ini tidak proporsional dan sangat merugikan petani,” ujar Muazam.

Baca juga: Upah Kuli Panen Sawit di Aceh Singkil Rp 200 Per Kilogram, Begini Cara Mengetahui Pemanen Terampil

Menurut Muazam, dua pabrik yang beroperasi di Kabupaten Abdya saat ini bahkan tidak memiliki kebun inti sendiri, sehingga seluruh pasokan berasal langsung dari kebun petani.

“Dengan kondisi seperti itu, harusnya pihak pabrik lebih menghargai jerih payah petani. Mereka bukan sekadar supplier, tapi mitra utama dalam rantai produksi,” tegasnya.

Desak Pemprov Aceh

Muazam menilai ketimpangan ini merupakan refleksi dari lemahnya posisi tawar petani dan minimnya transparansi dalam penetapan harga. 

Baca juga: Harga Sawit di Aceh Singkil Rp 2.250 Per Kg, Berapa Idealnya Agar Untung, Ini Hitungnya

Ia mendesak agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dan pihak pabrik membuka ruang dialog terbuka dan menyusun mekanisme harga berbasis mutu aktual TBS.

“Petani sawit kita bukan penonton. Mereka aktor utama yang perlu dihargai secara adil dan setara,” sebutnya.

Apkasindo Abdya, kata Muazam, akan terus melakukan advokasi agar suara petani semakin didengar dalam pengambilan kebijakan harga di tingkat regional. (*)

Baca juga: Petani Mulai Panen Padi, Harga Gabah Capai Rp 7.600 Per Kilogram di Abdya

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved