Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Barat Daya

Bupati Abdya Keluarkan Instruksi Antisipasi Potensi Kemarau Panjang dan Prediksi El Nino 2026

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mengeluarkan Surat Instruksi Nomor: 300.2.8/216 tanggal 2 Juni 2026.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
KEDUDUKAN POLRI - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin SSos MSP. 

Ringkasan Berita:Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin menginstruksikan seluruh SKPK mengantisipasi potensi kemarau panjang dan El Nino 2026 guna mencegah krisis air, gagal panen, dan kebakaran lahan.
 
BPBD, dinas terkait, camat, dan pemerintah gampong diminta memetakan daerah rawan, menyiapkan air bersih, mengoptimalkan irigasi, serta menyesuaikan pola tanam.
 
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan stabilitas ekonomi daerah di tengah ancaman perubahan iklim.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin mengeluarkan Surat Instruksi Nomor: 300.2.8/216 tanggal 2 Juni 2026. 

Surat itu sebagai langkah antisipasi potensi kemarau panjang dan fenomena El Nino tahun 2026.

Dalam Surat Instruksi yang diterima Serambinews.com, Rabu (3/6/2026) menyebutkan bahwa pemerintah daerah menginstruksikan seluruh SKPK bergerak cepat menyusun langkah antisipasi guna mengurangi risiko krisis air bersih, gangguan produksi pangan, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Langkah ini menjadi penting menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibanding kondisi normal, dengan intensitas curah hujan yang lebih rendah di sejumlah wilayah Indonesia.

Bagi Abdya yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi daerah, kemarau panjang bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan juga ancaman terhadap ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Melalui instruksi tersebut, pemerintah daerah menempatkan kesiapsiagaan lintas sektor sebagai prioritas. 

Baca juga: Irigasi Rusak, Ratusan Hektare Sawah di Babahrot Abdya Alami Kekeringan, Pemerintah Diminta Bersikap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ditugaskan memetakan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan skema distribusi air bersih, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Di sektor infrastruktur, perhatian diarahkan pada kondisi jaringan irigasi. 

Pemerintah meminta seluruh saluran irigasi yang menjadi kewenangan daerah dipastikan berfungsi optimal agar pasokan air ke lahan pertanian tidak terganggu saat debit sungai mulai menurun.

Sementara itu, sektor pertanian didorong menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim yang berkembang.

Petani diharapkan mulai mempertimbangkan penggunaan varietas padi yang lebih tahan kekeringan, hemat air, dan memiliki masa panen lebih singkat untuk meminimalkan risiko gagal panen.

Di bidang kesehatan, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya penyakit yang lazim muncul saat musim kemarau seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, hingga penyakit mata.

Baca juga: Pompa Utama Mati Total, Suplai Air Bersih Terganggu, Perumdam Tirta Abdya Pastikan Segera Teratasi

Seluruh fasilitas kesehatan diminta memastikan ketersediaan obat-obatan dan memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Tak hanya itu, camat dan pemerintah gampong dilibatkan untuk melakukan pendataan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, gangguan usaha pertanian, serta risiko kebakaran lahan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved