Berita Banda Aceh
Lawan Korupsi dari Kampus: FISIP UIN Ar-Raniry dan MaTA Bentuk Akademi Antikorupsi
Program ini menandai sebuah langkah progresif dalam upaya menanamkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas sejak dini
Kami ingin mahasiswa FISIP UIN Ar-Raniry menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas di mana pun mereka berada. Mereka harus menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengawasi praktik-praktik korupsi, kata Muji Mulia. Ia juga berharap program ini dapat menumbuhkan budaya antikorupsi yang kuat di lingkungan kampus, sehingga UIN Ar-Raniry dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya.
Sementara itu, Koordinator MaTA Alfian, menyampaikan, secara historis Program akademi Antikorupsi telah diluncurkan oleh ICW pada 19 April 2018 di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, langkah ini merupakan salah satu upaya untuk membangun konsep pendidikan pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui pemanfaatn teknologi informasi ya itu e-learning dalam bentuk Aplikasi, nanti mahasiswa akan mengikuti kursus yang memuat materi anti korupsi
Akademi antikorupsi pada kelompok strategis seperti halnya mahasiswa yang memiliki idealisme tinggi dan potensi untuk menjadi agen pengawas sosial yang kuat, ujar Alfian.
Program penguatan pendidikan antikorupsi ini juga akan membuat mahasiswa memahami akar masalah korupsi, dampak destruktifnya, serta strategi pencegahan dan pemberantasan yang efektif. Mereka juga akan dibekali dengan keterampilan analisis kritis, investigasi dasar, serta kemampuan advokasi dan kampanye antikorupsi.
Tujuan utama dari program ini adalah mencetak "agen perubahan" yang tidak hanya memiliki pemahaman teoritis tentang korupsi, tetapi juga memiliki keberanian moral dan kapasitas untuk bertindak. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan mereka, baik di kampus, keluarga, maupun masyarakat luas.
Alfian menambahkan, "Pendidikan antikorupsi adalah fondasi. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Mereka adalah harapan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi." MaTA berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa melalui program magang, riset bersama, dan kegiatan advokasi.
Sementara Itu Wakil Dekan Bidang Akademik dan kelembagaan Eka Januar Menyampaikan. Program pendidikan antikorupsi ini diharapkan akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Pertama, secara internal, akan meningkatkan kualitas lulusan FISIP UIN Ar-Raniry yang memiliki kompetensi tinggi dan integritas moral yang kokoh. Ini akan menjadikan mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kedua, secara eksternal, program ini diharapkan dapat menciptakan gelombang kesadaran antikorupsi yang lebih luas di masyarakat.
Mahasiswa yang telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan antikorupsi akan menjadi duta-duta integritas yang menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan mereka. Ini akan berkontribusi pada terciptanya ekosistem antikorupsi yang lebih kuat di Aceh dan Indonesia secara keseluruhan, Tutup Eka.
| Klinik di Aceh Jamin Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan di Tengah Regulasi JKA, Begini Kata ASKLIN |
|
|---|
| Mualem Gembira Inflasi di Aceh Turun Tajam: Jaga Stabilitas & Daya Beli Masyarakat Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Pertama di Aceh, Prodi Sarjana Ilmu Gizi UUI Raih Akreditasi Unggul |
|
|---|
| Beredar Flyer di Medsos Terkait Layanan Pengaduan Pergub JKA, Nurlis: Itu Hoaks |
|
|---|
| Membanggakan! Model Cilik Aceh Sumayyah Sabet Juara 3 Junior Idol World di Thailand |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dekan-FISIP-UIN-Ar-Raniry-Dr-Muji-Mulia-MAg-dan-Koordinator-MaTA-Alfian.jpg)