Konflik Thailand Vs Kamboja
Kisah Mencekam Warga Terjebak di Perbatasan Thailand-Kamboja: Saya Ingin Lewat, Bukan Ikut Perang
“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,”
“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,” kata seorang ibu asal Banteay Meanchey kepada AFP.
SERAMBINEWS.COM - Di tengah dentuman senjata dan silang diplomasi, suara warga sipil yang terjebak di perbatasan menjadi gema paling sunyi dari perang yang tak mereka pilih.
Mereka bukan tentara, bukan pejabat, hanya orang-orang biasa yang ingin pulang, bekerja, atau sekadar memeluk anaknya.
Ketika batas negara berubah menjadi dinding ketakutan, dunia seharusnya tidak hanya melihat peta, tapi juga wajah-wajah yang tertinggal di baliknya.
Di Pos Perbatasan Chong Chom, puluhan warga Kamboja dilaporkan terjebak sejak pagi.
Beberapa tidur di toko-toko kosong, sementara lainnya duduk di trotoar menunggu keputusan pemerintah.
“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,” kata seorang ibu asal Banteay Meanchey kepada AFP.
Seorang pria lanjut usia mengaku gagal menghadiri pemakaman istrinya karena perbatasan ditutup.
“Saya sudah di sini sejak kemarin. Tidak ada tempat tidur, tidak ada makanan. Saya hanya ingin pulang,” ujarnya.
Baca juga: Konflik Thailand–Kamboja Memanas: Jet Tempur F-16 Menyerang, 12 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak
Penutupan tujuh titik perbatasan Thailand–Kamboja akibat eskalasi militer pada Kamis (24/7/2025) telah mengubah konflik bersenjata menjadi krisis kemanusiaan.
Pemerintah Thailand menutup seluruh pintu perlintasan darat sebagai respons atas serangan roket BM-21 dari Kamboja yang menewaskan warga sipil di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin.
Kebijakan penutupan ini berdampak langsung pada ribuan warga sipil yang biasa melintasi perbatasan untuk bekerja, berdagang, atau mengunjungi keluarga.
Di sisi Thailand, warga dari 86 desa di Provinsi Surin dan Sisaket telah dievakuasi ke tempat aman.
Gubernur Surin, Sutthirot Charoenthanasak, menyebut lebih dari 40.000 warga terdampak langsung oleh konflik.
Militer Thailand mengklaim bahwa serangan udara mereka hanya menyasar target militer Kamboja.
Namun, Kementerian Kesehatan Thailand menyebut 12 orang tewas, termasuk satu anak dan satu tentara, akibat tembakan artileri Kamboja.
Dua rumah sakit di Surin bahkan terpaksa mengevakuasi pasiennya karena terkena dampak serangan.
Baca juga: Perang Berlanjut, Serangan Artileri dan Roket Kamboja ke Thailand Tewaskan 12 Orang, Puluhan Terluka
Kamboja membantah tuduhan agresi dan menyatakan bahwa pasukannya hanya merespons serangan tak beralasan dari Thailand.
Perdana Menteri Hun Manet menyebut negaranya lebih memilih penyelesaian damai, namun tidak punya pilihan selain membalas dengan kekuatan bersenjata.
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menghadapi tekanan politik setelah rekaman panggilan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik.
Dalam rekaman itu, ia terdengar mengkritik militernya sendiri, memicu spekulasi pencopotan jabatan.
Kronologi Duduk Perkara Konflik Thailand–Kamboja
Konflik bersenjata yang pecah pada 24 Juli 2025 antara Thailand dan Kamboja bukanlah insiden tunggal, melainkan puncak dari sengketa perbatasan yang telah berlangsung lebih dari satu abad.
Ketegangan ini berakar dari peta kolonial Prancis tahun 1907 yang menetapkan batas wilayah secara tidak konsisten.
Kuil Preah Vihear dan Ta Moan Thom menjadi titik sengketa paling sensitif karena diklaim oleh kedua negara.
Baca juga: Apa yang Membuat Thailand dan Kamboja Bentrok? Ternyata Bermula dari Peta Prancis di Masa Lalu
Berikut kronologi lengkapnya:
1907 – Peta Kolonial Prancis Menjadi Sumber Sengketa Penetapan batas wilayah oleh Prancis saat Kamboja masih menjadi koloni meninggalkan celah interpretasi.
Thailand dan Kamboja saling klaim atas wilayah sepanjang 817 km perbatasan darat.
1962 – Putusan ICJ: Preah Vihear Milik Kamboja Mahkamah Internasional menetapkan Kuil Preah Vihear milik Kamboja.
Namun Thailand menolak klaim atas wilayah sekitarnya, memicu ketegangan yang terus berulang.
2008–2011 – UNESCO dan Bentrokan Berdarah Kamboja mendaftarkan Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Thailand memprotes keras, terjadi bentrokan yang menewaskan puluhan orang.
ICJ memerintahkan zona demiliterisasi, tapi tidak menyelesaikan sengketa wilayah.
Mei 2025 – Tentara Kamboja Tewas, Ketegangan Memuncak Bentrokan di wilayah sengketa menewaskan satu tentara Kamboja.
Kamboja menuduh Thailand melanggar perjanjian patroli, Thailand menyebut insiden sebagai provokasi.
15 Juni 2025 – Bocoran Rekaman Paetongtarn–Hun Sen Rekaman percakapan antara PM Thailand Paetongtarn Shinawatra dan mantan PM Kamboja Hun Sen bocor ke publik. Kritik terhadap militer Thailand memicu krisis politik dan skorsing Paetongtarn oleh Mahkamah Konstitusi.
23 Juli 2025 – Ledakan Ranjau di Ubon Ratchathani Lima tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau.
Thailand menuding Kamboja menanam ranjau, Kamboja menyebut itu sisa perang lama.
Thailand meluncurkan operasi militer Chakraphong Phuwanat.
24 Juli 2025, Pukul 07.35 – Drone Kamboja Terdeteksi Militer Thailand mendengar suara drone Kamboja di atas Candi Ta Muen.
Enam tentara Kamboja bersenjata lengkap mendekati pagar kawat berduri di depan pangkalan Thailand.
24 Juli 2025, Pukul 08.20 – Tembakan Pertama Pecah Pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke arah pangkalan Thailand.
Bentrokan meluas ke Ta Krabey dan Phnom Khmao.
24 Juli 2025, Siang – Roket BM-21 Hantam Kap Choeng Dua roket Kamboja menghantam Distrik Kap Choeng, Surin.
Sembilan warga sipil tewas, termasuk seorang anak.
Thailand membalas dengan serangan udara menggunakan jet tempur F-16 ke posisi militer Kamboja di Preah Vihear.
24 Juli 2025, Sore – Penutupan Perbatasan dan Krisis Diplomatik Thailand menutup tujuh titik perbatasan, menarik duta besarnya dari Phnom Penh, dan mengusir duta besar Kamboja.
Kamboja membalas dengan serangan artileri dan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warga Terjebak di Perbatasan Thailand–Kamboja, Tidur di Toko dan Gagal Pulang,
Baca juga: VIDEO Breaking News! MLRS Kamboja Hantam Perbatasan, Konflik Thailand-Kamboja Meledak Dahsyat
Konflik Thailand Vs Kamboja
perbatasan Thailand dan Kamboja
penyebab perang Thailand dan Kamboja
warga terjebak di perbatasan
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| 5 Poin Kesepakatan Damai Thailand–Kamboja yang Ditengahi China, Hentikan Retorika Provokatif |
|
|---|
| Perang Memanas! Jet Tempur Thailand Gempur Kompleks Judi Kamboja hingga Hancur |
|
|---|
| Konflik Thailand–Kamboja Meledak Lagi: 10 Tewas, 190 Ribu Warga Mengungsi, Gencatan Senjata Runtuh |
|
|---|
| konflik Makin Panas, Kamboja Hujani Rudal ke Desa di Thailand |
|
|---|
| Perang Thailand Vs Kamboja Meluas, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asap-mengepul-dari-atap-toko-sebelah-pom-bensin-di-Provinsi-Sisaket-Thailand.jpg)