Kamis, 23 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Perang Thailand Vs Kamboja Meluas, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi

Bentrokan ini menjadi yang paling mematikan sejak perang pada Juni 2025 yang menewaskan puluhan orang sebelum akhirnya gencatan senjata.

Editor: Faisal Zamzami
Ho/Campus League
THAILAND GEMPUR KAMBOJA - Tangkap layar serangan rudal Thailand terhadap bangunan Kasino milik Kamboja pada Senin (8/12/2025) yang diduga jadi pusat kontrol drone untuk serang wilayah perbatasan 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan antara Thailand dan Kamboja semakin meluas ke lima provinsi wilayah perbatasan kedua negara pada Selasa (9/12/2025).
  • 10 tentara dan warga dari kedua pihak dilaporkan tewas, sedangkan 140.000 warga sipil telah mengungsi dan meninggalkan daerah-daerah rawan.
  • Bentrokan ini menjadi yang paling mematikan sejak perang pada Juni 2025 yang menewaskan puluhan orang sebelum akhirnya gencatan senjata.

 

SERAMBINEWS.COM - Bentrokan antara Thailand dan Kamboja semakin meluas ke lima provinsi wilayah perbatasan kedua negara pada Selasa (9/12/2025).

Dikutip dari AFP, 10 tentara dan warga dari kedua pihak dilaporkan tewas, sedangkan 140.000 warga sipil telah mengungsi dan meninggalkan daerah-daerah rawan.

Bentrokan ini menjadi yang paling mematikan sejak perang pada Juni 2025 yang menewaskan puluhan orang sebelum akhirnya gencatan senjata.

Kedua pihak saling menyalahkan atas bentrokan yang terjadi baru-baru ini.

Serangan Kamboja sasar situs warisan dunia UNESCO

Serangan granat di sekitar candi berhias Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO, menewaskan seorang tentara Thailand pada Selasa.  

Sementara, tembakan tidak langsung menewaskan seorang lainnya di provinsi Surin.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan, militer negaranya akan tetap teguh.

"Thailand harus berdiri teguh di belakang mereka yang melindungi kedaulatan kita. Kita tidak bisa berhenti sekarang," ujarnya.

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Angkatan Laut Thailand, Parat Rattanachaiphan menuturkan, pasukan telah mendeteksi tentara Kamboja, pemukiman, dan beberapa pangkalan senjata di wilayah pesisir provinsi Trat yang disengketakan.

Ia menuding Kamboja mengerahkan drone untuk memprovokasi pasukan Thailand dan mengatakan pada Selasa pagi bahwa mereka "melancarkan operasi militer untuk mengusir mereka."

Baca juga: Ribuan Warga Mengungsi, Ketegangan Thailand–Kamboja Memuncak Lagi di Perbatasan Sengketa

Kegelisahan warga

Pertempuran ini telah memaksa warga sipil Kamboja Poan Hay (55) untuk kembali melarikan diri dari penembakan dan jet tempur di atas rumahnya di perbatasan provinsi Oddar Meanchey.

"Ini keempat kalinya saya melarikan diri. Saya tidak tahu kapan saya bisa kembali," katanya dari tempat perlindungan pagoda 70 kilometer (43 mil) dari perbatasan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved