Senin, 13 April 2026

Rindu Ibunda untuk Satria Kumbara di Balik Mata yang Berkaca-kaca

Kini sang Ibunda hanya bisa melepas rindu dengan melihat-lihat foto Satria dengan mata berkaca-kaca.

Editor: Yocerizal
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
RUMAH MASA KECIL SATRIA - Suasana gang rumah masa kecil Satria Arta Kumbara di Kupangdukun, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (23/7/2025) siang. 

SERAMBINEWS.COM - Di rumah itu, di sebuah gang sempit yang berada di Kupangdukun, Kelurahan Kupang, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Satria Arta Kumbara menghabiskan masa kecilnya.

Belum tahu kapan Satria bisa kembali ke rumah ini. Mantan marinir TNI AL yang bergabung dengan tentara Rusia, kini terjebak di garis depan peperangan di Ukraina.

Statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) telah dicabut begitu dia bergabung dengan militer Rusia, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk bisa kembali ke Tanah Air.

Kini sang Ibunda hanya bisa melepas rindu dengan melihat-lihat foto Satria dengan mata berkaca-kaca.

Saat Tribunjateng.com mendatangi rumah orang tuanya, foto-foto Satria berseragam marinir tampak terpajang di ruang tamu, seakan tak ingin kehilangan tempat.

Sang ibu enggan berbicara. Tak ada satu kata pun yang terucap. Hanya tatapan rindu, memandang foto Satria dengan mata berkaca-kaca. Sebuah rindu yang tak berucap. 

Satria sendiri, dari informasi yang beredar, saat ini tinggal di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bersama istri dan anaknya.

Baca juga: Wagub Aceh Fadhlullah Temui Sekjen MUI, Bahas Status Tanah Wakaf Blang Padang

Baca juga: 147 Mahasiswa Berprestasi dapat Kado HUT Nagan Raya dari Bupati TRK

Satria sempat mengunggah tangkapan layar obrolan melalui pesan dengan anaknya, yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Satria.

Memiliki daya juang tinggi

Terpaut tiga bangunan dari rumah orang tua Satria Kumbara di Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, ada Bangun Prihanto (41), teman masa kecil Satria.

Ia masih ingat betul kenangan masa kecil mereka. Baginya, kabar Satria menjadi tentara bayaran di Rusia datang seperti badai di siang bolong.

Tak ada yang menyangka, anak gang sempit itu kini terlibat dalam konflik internasional.

Hampir setiap hari mereka bermain bersama, berbagi jalan hidup dari taman kanak-kanak, sempat berpisah di bangku SMP, kemudian kembali bertemu di SMK yang sama.

"Kami sekolah di TK Virgo, SD Negeri Kupang 01. Saya SMP Negeri 2 dan dia SMP Negeri 1 Ambarawa. Terakhir kami bareng lagi di SMK dr Tjipto Ambarawa," 

"Orangnya punya daya juang tinggi. Dari dulu cita-citanya mau jadi tentara dan dia wujudkan itu,” kata Bangun mengenang sosok Satria yang dikenal supel dan mudah bergaul.

Dia terakhir kali bertemu Satria sekira setahun lalu, sebelum keberangkatan ke Rusia. Saat itu, lanjut Bangun, Satria bertugas di Kalimantan dan sempat pulang ke Ambarawa.

MOHON MAAF - Mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang bergabung dengan pasukan bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, dalam postinganya di TikTok Minggu (20/7/2025), meminta maaf dan memohon pertolongan Presiden Prabowo untuk mengakhiri kontraknya dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Dia juga memposting screenshot percakapan dengan anaknya di Indonesia (kanan).
MOHON MAAF - Mantan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang bergabung dengan pasukan bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, dalam postinganya di TikTok Minggu (20/7/2025), meminta maaf dan memohon pertolongan Presiden Prabowo untuk mengakhiri kontraknya dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Dia juga memposting screenshot percakapan dengan anaknya di Indonesia (kanan). (Serambinews.com)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved