Minggu, 12 April 2026

Banda Aceh

Kisah Melani Paulina, Raih Mimpi dengan Beasiswa Aceh Carong, Ini Tipsnya

Di hadapan para dosen, ia bukan hanya memaparkan hasil riset akademiknya tetapi juga menggenapkan janji kepada almarhum ayah...

Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
HUMAS UIN AR-RANIRY
MELANI PAULINA - Melani Paulina, mahasiswa UIN Ar-Raniry usai sidang di kampus setempat dan menyelesaikan kuliah berkat Beasiswa Aceh Carong, Rabu (23/7/2025). 

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rasa haru dan bangga menyelimuti Melani Paulina (22), usai berhasil mempertahankan skripsinya di hadapan para penguji saat Sidang Munaqasyah yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Rabu (23/7/2025).

Air matanya tak terbendung saat menyadari satu mimpi besarnya telah terwujud berkat Beasiswa Aceh Carong

Di hadapan para dosen, ia bukan hanya memaparkan hasil riset akademiknya tetapi juga menggenapkan janji kepada almarhum ayah kandungnya Sumardi Rafli, janji akan menyelesaikan kuliah, apapun rintangannya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Melani selalu tampil unggul secara akademik, hingga akhirnya meraih Beasiswa Aceh Carong, program bantuan pendidikan dari Pemerintah Aceh pada 2021 dan melanjutkan Studi S1 Prodi Perbankan Syariah di UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui jalur undangan.

“Kalau bukan karena beasiswa ini, saya mungkin tak punya jalan untuk kuliah. Tapi Allah bukakan jalan lewat bantuan pendidikan dari Pemerintah Aceh,” tutur Melani dengan suara bergetar, usai ujian skripsi. 

Gelar Sarjana Perbankan Syariah yang kini disandangnya, dipersembahkan untuk dua sosok paling berjasa dalam hidupnya yakni sang ibu Irmayani dan ayah sambungnya, Suhadi dengan penuh kasih dan tanggung jawab mengasuhnya sejak kecil, menggantikan peran sang ayah yang wafat ketika Melani masih duduk di bangku SD.

Ibunya, Irmayani menjadi sandaran doa serta semangat dengan sabar mengelola warung kecil di sudut kampung, menyemai harapan dalam setiap piring 'mie laca-laca' yang ia masak dan setiap langkah kaki putrinya menuju kampus.

“Gelar ini untuk mereka berdua (ibu dan bapak sambung), kemudian untuk almarhum bapak yang selalu hadir dalam ingatan dan untuk ibu yang tak pernah lelah memperjuangkan pendidikan anak-anaknya,” sambung puteri dari seorang penjaga warung kecil di Gosong Telaga Selatan, Aceh Singkil ini.

Perempuan kelahiran Aceh Singkil, Oktober 2003 itu tumbuh dalam kesederhanaan, namun tak pernah kekurangan kasih sayang dan semangat untuk belajar.

Kepergian ayah kandungnya sejak usia belia tak membuatnya patah arang. Peran itu dilanjutkan oleh Suhadi, ayah sambung yang mendampingi tumbuh kembang Melani dengan penuh tanggung jawab dan kasih.

Sejak sekolah dasar hingga SMA dikenal sebagai siswa berprestasi, tak heran bila Melani meraih Beasiswa Aceh Carong dan lulus kuliah dengan IPK 3,62 serta akan mengikuti yudisium dalam waktu dekat dan diwisuda pada September mendatang.

Dalam menyelesaikan tugas akhir, Melani tak sekadar menulis skripsi, tetapi juga menulis ulang kisah perjuangannya.

Penelitian berjudul “Peran KSPPS Baitul Qiradh Bina Insan Mandiri (BIMA) Terhadap Pemberdayaan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat (Studi pada UMKM Ibu Rumah Tangga di Banda Aceh)” sengaja dipilihnya.

Bagi mahasiswa asal Aceh Singkil itu, skripsi yang ditulis adalah potret dari kenyataan yang ia alami sendiri, tentang ibu-ibu tangguh yang menopang keluarga lewat usaha kecil, seperti yang dilakukan ibunya sendiri. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved