Rabu, 22 April 2026

Hari Anak Nasional

Semarak Hari Anak Nasional, Orang Tua Ikut Ramaikan Permainan Tradisional

HAN 2025 ini dimulai dengan pawai oleh hampir 100 anak yang tergabung dalam kelompok belajar Sekolah Inspirasi Bangsa.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
HARI ANAK NASIONAL - Ketua MAA Aceh Tamiang, Muhammad Djuned Thahir terlihat antusias bermain tarik upih bersama anak kelompok belajar Sekolah Inspirasi Bangsa dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2025. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah orang tua dan puluhan anak meramaikan permainan tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2025, Selasa (29/7/2025).

Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Beragam permainan nasional ini sengaja dipilih sebagai tema dengan berbagai alasan positif.

“Yang pertama jelas ingin membangun komunikasi antara anak dan orang tua,” kata ketua panitia, Maulana Habib, Selasa (29/7/2025).

Baca juga: 1.310 Anak Binaan di Seluruh Indonesia Dapat Remisi di Hari Anak Nasional 

Habib menjelaskan peringatan HAN 2025 ini dimulai dengan pawai oleh hampir 100 anak yang tergabung dalam kelompok belajar Sekolah Inspirasi Bangsa.

Pawai dari sekolah ke lapangan kantor bupati itu disertai orasi dan spanduk bertuliskan harapan dan cita-cita anak-anak.

Habib menuturkan ada pesan di balik aksi orasi itu, yakni anak-anak juga ingin didengarkan oleh orang tua.

“Anak-anak bukan cuma mendengar, tapi mereka juga ingin didengarkan karena mereka juga memiliki harapan dan cita-cita,” ungkap Habibi.

Baca juga: Hari Anak Nasional: Selamatkan Anak dari Kecanduan Gadget!

Permainan tradisional dilakukan secara berkelompok sesuai kategori usia. Jenis permainan yang ditampilkan di antaranya tarik upih (pelepah) pecah piring, lompat tali dan tam-tam buku.

Menariknya, seluruh jenis permainan yang ditampilkan melibatkan orang tua.

"Ada beberapa orang tua yang ikut, salah satunya Ketua MAA (Majelis Adat Melayu) Aceh Tamiang yang sangat bersemangat,” kata Habibi.

Melalui kegiatan ini pihaknya ingin mengingatkan kembali bahwa permainan tradisional tidak kalah seru dibanding gadget.

Justru permainan tradisional yang dikembangkan oleh para orang tua lebih sehat karena melibatkan pergerakan fisik.

“Harapan kami anak-anak Aceh Tamiang tidak tergantung bermain gadget, bahwa ada permainan tradisional yang lebih seru dan membuat otot lebih sehat,” kata alumni angkatan pertama aksi remaja Sekolah Inpirasi Bangsa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved